TITLE : FATED TO LOVE YOU
AUTHOR : PIET (~KYUPIET~) follow @park_kyupiet90
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST
AUTHOR : PIET (~KYUPIET~) follow @park_kyupiet90
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST
PERINGATAN : UNTUK PARA READERS, BOLEH DIBACA TAPI BUKAN UNTUK DIBAJAK. TOLONG HARGAI KARYA SAYA. TERIMA KASIH
#part
21
di
dalam mobil, tidak ada pembicaraan diantara kami. sampai akhrinya aku
memutuskan untuk bicara, “kau harus menepati janjimu, bersedia untuk
diwawancarai”. siwon tersenyum sinis. “okey”, katanya.
akhirnya
sampai juga di rumahku, aku bergegas keluar tapi tanganku ditarik olehnya.
“malam ini, neomu yeppo park sul hwa, (kau begitu cantik park sul hwa)”,
katanya memujiku. karena aku sudah tidak kuat lagi. akhirnya aku menamparnya,
aku melampiaskan amarahku. “kau & namja itu sama saja, sama2 orang kaya yg
seenaknya sendiri mempermainkan hati seorang yeoja lemah sepertiku”, kataku
marah2. “sudah cukup hidupku di permainkan seperti ini, aku sudah tidak kuat,
ku mohon jangan permainkan perasaanku”, akupun mulai menangis didepannya, dia
begitu terkejut melihatku menangis.dia berusaha memelukku, tapi aku langsung
menepisnya. aku berlari menuju rumah, siwon mengejarku & dia berhasil
memelukku. dia berkata “uljimayo. Neol wihae yeogissda. (jangan menangis, aku
ada disini untukmu)”. dia tetap memelukku saat “BUkkkKKK”, aku kaget melihat
siwon tersungkur di tanah. aku ingin melihat orang yg memukulnya, “OPPA”,
kataku berteriak.
“Buukkk
Bukkkk Bukkk”, suara kedua orang ini berantem. aku berusaha memisahkan mereka,
aku memisahkan mereka dengan menampar kedua orang itu. “TOLONG HENTIKAN”,
teriakku. “tapi chagi”, kata kyuhyun. “hentikan oppa (aku memegang tangannya),
pergilah”, pintaku merendah. “tapi chagi”, katanya lagi. “AKU BUKAN CHAGIMU
OPPA”, kataku emosi. “pergilah ku
mohon”, kataku menangis. kyuhyun tidak tega & pergi dari rumahku. “kau juga
siwon-ssi, pergilah, JEBALLL”, kataku. “jadi itu namja yg menyakitimu di masa
lalu chagi”, ejeknya. “ku mohon siwon-ssi, kau juga pergi dari sini”, kata
meminta. Cih... akhirnya siwon pun pergi, dia tak tega melihatku menangis. kedua
orang itupun pergi. aku berlari masuk rumah & menangis sekencang-kencang.
“KENAPA KENAPA AKU SELALU DIPERMAINKAN TAKDIR SEPERTI INI?”, kataku. aku
meluapkan emosiku yg paling dalam.
#part
22
keesokan
harinya. sebenarnya aku masih malas ketemu kedua orang itu. kalo tidak gara2
deadline, aku tidak akan menemui siwon. atau minta persetujuan ke kyuhyun. ditambah
lagi peristiwa di pesta semalam. seluruh berita mulai dari cetak, elektronik,
online membahasa tentang hubungan kami. “apa orang2 ini sedang gak waras, aku
tidak punya hubungan apa2 dengan dia”, kataku kesal. lebih baik aku telepon
siwon, “Yeoboseyo”, tanyanya. “kau sekarang masih di rumah”, tanyaku lagi.
“nee~ wae”, kata siwon. “aku mau kesana”, kataku. siwon hanya diam. “tunggu
aku”, kataku. aku mematikan teleponku.
~skip~
sekarang
aku didalam apartemen siwon, “siwon, neon gwaenjhanasaeyo?? (siwon, kau
baik-baik saja?)”, tanyaku memegang luka tonjokan di muka siwon. siwon hanya
meringis, “naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo (aku baik-baik saja, jangan
khawatir)”, katanya. “oh,,,,”, kataku. “apa maksudnya dia dengan kata oh...”,
tanya siwon dalam hati.
“kau
tidak lupa dengan janjimu kan”, kataku lagi. dia melihatku sinis. “baiklah,
karena aku artis yg menempati janji”, sombongnya. “aish”.... akupun memulai
beberapa pertanyaan, tentang dirinya, pekerjaannya, proyek terbarunya. “selesai
juga”, kataku lega. “aaahh neomu johta (senangnya), tugasmu sudah selesai”,
tanyanya. “ne~ & kita tidak akan bertemu kembali”, kataku nyantai. dia
melihatku dengan tatapan tajamnya.”wae, kamu menatapku seperti itu, naneun
museopda (Aku takut)”, kataku. dia tetap menatap seperti itu. “aku pulang”,
pamitku. saat aku menuju pintu, tiba2 dia memelukku dari belakang, “jangan
tinggalkan aku, saranghaeyo sul hwa-ah”, ucapnya mempererat pelukannya. aku
terkaget-kaget. “wae?”, tanyaku. “aku mencintaimu sul hwa-ah, sejak kita
bertemu 2 bulan yg lalu, kau seorang yeoja berbeda dari yeoja yg lain”, kata
siwon. aku merasa pelukannya semakin kencang, napasnya yg berhembus ditelingaku
membuatku merasa aneh. dia membalikan badanku ke arahnya, dia memelukku, tiba2
di mendekatkan wajahnya di wajahku, semakin lama semakin mndekat (#gak boleh
mikir yadong ne~), dan BRUKKKKK
#part
23
karena
aku berusaha mundur, tanpa disengaja aku terpeleset, & BRUkkkkkk. kami
berdua jatuh dalam posisi berpelukan (#admin ngiri), karena merasa berat aku
menyuruh siwon bangun. tapi siwon tak mau bangun juga. aku goyangin badannya,
dia tetap tak bergerak. aku sentuh dahi & lehernya, siwon demam tinggi.
akupun menjadi panik. “siwon-ssi bangun”, pintaku. dengan sekuat tenaga aku
menggeser tubuhnya dari tubuhku. “akhirnya”, aku melirik siwon yg sedang merasa
kesakitan. “dasar tuan muda”.
kuputuskan
untuk membawa siwon ke kamarnya. “kau berat sekali”, kataku. saat aku mau
mengambil obat. dia menarik tanganku, dia bilang “jangan pergi, temani aku”.
“aku hanya ingin mengambilkan obat untukmu”, kataku sambil menepis tangan
siwon.
aku
kembali, membawa obat dan semangkuk bubur. “siwon-ssi bangunlah sebentar”, aku
menyuruhnya bangun. “ehmmmm (mengucek-ecek mata), kau tak pergi”, tanyanya.
“anniyo, aku akan menjaga sampai manajermu datang”, kataku. “ku kira aku akan
sendirian lagi”, katanya. kulihat sorot mata kesepian di mata siwon. aku
menggeleng. “menginaplah disini, aku membutuhkanmu”, pintanya memelas (#aish
bang siwon nunjukin puppy eyesnya). aku tak tega & mengiyakan. “makanlah”,
pintaku. “suapi aku”, pintanya. “manja sekali ketika kau sakit, seperti anak
kecil yg baru mendapatkan hadiah”, godaku. “aku memang mendapatkan hadiah”,
jawabnya, dia menatapku dengan tatapan itu lagi. “siwon-ssi jangan lihat aku
seperti itu?”, pintaku. “jangan panggil aku siwon-ssi, panggila aku oppa”,
katanya menggoda. “mwo, oppa, wae?”, tanyaku. “aku kan sekarang sudah menjadi
namjachingumu”, katanya. sepertinya dia serius sekali. “kau GR sekali
siwon-ssi”, kataku menatapnya. “makanlah”, pintaku. “anni, sebelum kau
memanggilku oppa”, pintanya dengan nada manja. HHHAAAHHAAAA, aku tertawa ngakak
mendengarnya. “kau benar2 seperti anak kecil siwon-ssi”, kataku menahan tawa.
dia memoncongkan bibirnya, aku gemas sekali melihatnya. “ne~ ne~ oppa siwon”,
kataku tersenyum. akhirnya dia mau makan & minum obat, aku menyuruhnya
tidur.
#part
24
pagi
harinya aku memutuskan untuk pergi. kemarin aku sudah ijin gak masuk kantor
gara2 harus merawat siwon oppa.
di
kantor,
“oppa
kyu, baik2 gak ya”, tanyaku dalam hati. “aish, kenapa aku memikirkan dia juga”,
kataku menggeleng-geleng kepala. tapi dia itu tipikal namja cuek, dulu sewaktu
jaman sekolah dulu dia pernah berantem sama orang gara2 aku pernah digoda. kyu
oppa kuat2 saja, tapi yg lawannya terluka parah. luka habis berantem dia
biarkan begitu saja, kalau tidak aku menyeretnya ke rumah sakit, dia pasti gak
mau diobatin. “mending aku lihat di kantornya”,kataku memutuskan.
sesampainya
di depan kantor kyu, aku melihatnya dia sibuk mengurusi surat2. “sepertinya dia
baik2 saja”, kataku berbisik. aku berbalik melawan arah pintu, “piuh,,
untunglah dia tidak melihatku”, kataku lagi. saat aku mau pergi, tiba2 pintu terbuka. “Kajja, masuklah”, tiba2
kyu membuka pintu & mengkagetkanku. aku hanya diam, dia langsung menarik
tanganku. “duduklah”, pintanya. akupun duduk di sofa di dalam kantornya. “Ottoke
chinaeseyo? oppa, neon gwaenjhanasaeyo?? (oppa, kau baik-baik saja?)”, tanyaku.
kyu oppa duduk disebelahku, dia menatapku dengan penuh kerinduan terpancar di
kedua matanya. aku membalas tatapannya, deg deg deg, “kenapa dadaku jadi deg
deg an gini”, kataku, aku langsung mengalihkan pandanganku. kyu merasakan
perubahanku. “naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo (aku baik-baik saja, jangan
khawatir)”, jawabnya. Sling... tiba2 suasana menjadi agak canggung untukku.
akupun memberanikan diri bertanya keadaan sora & anak mereka.
“oppa,
bagaimana keadaan sora-chan & anakmu, pasti dia sudah besar. kenapa tidak
diajak kesini”, tanyaku penuh penasaran. sebenarnya itu hanya menutupi rasa
deg2anku saja. tiba2 raut muka kyu oppa berubah, dia pergi menuju laci di meja
kantornya. dia mengambil sebuah surat dengan gantungan boneka, itu gantungan hp
yg aku berikan kepada sora. surat itu & gantungan itu, dia serahkan
kepadaku. “bacalah”, perintahnya.
#part
25
aku
mulai membaca surat itu, yg isinya:
“dear
my lovely friend – Park Sul Hwa”
“ogenki
desuka (bagaimana kabarmu?), aku harap kau baik-baik saja disana. aku sangat
merindukanmu hwa-chan. aku ingin kau kembali kesini & menemaniku seperti
dulu, tapi itu sudah tidak mungkin lagi. (airmataku mulai menggenang). mungkin
saat kau baca surat ini, aku sudah menghilang dari dunia ini. Gomennasai
(maaf), aku telah melukai hatimu dengan perbuatanku. aku yg salah, aku yg
menjebak kyu-kun untuk melakukan itu padaku. Gomen aku tidak pernah berterus
terang padamu soal perasaanku, saat kau memutuskan untuk pergi aku tersadar
bahwa kaulah jauh lebih penting dari apapun di dunia ini. hatiku sakit. (aku
mulai menangis). tapi tenang saja hwa-chan, aku akan mengembalikan ini seperti
semula. perasaan kyu-kun padamu tidak pernah berubah, meski aku sudah masuk di
dalamnya. Domo Arigatou gozaimasu (terima kasih banyak), kau sudah mau berteman
denganku 10 tahun, menjadi sahabat terbaikku & aku hanya membalasnya dengan
menyakitimu. Hontou ni gomennasai (sungguh2 minta maaf)”,
“you friend – Shiroi Sora”
aku
meremas surat yg aku pegang, “oppa, dimana sora sekarang. JEBALLL”, aku bertanya
kepada kyu. tapi yg kulihat kyu oppa hanya diam, dia menunduk. “oppa, tolong
beri tau aku dimana sora sekarang”, tanyaku memegang kedua lengan kyu. “aku
& sora mencarimu di rumah, tapi kenyataanya kau pergi begitu saja,
menghilang tanpa meninggalkan jejak, ahjumma mu juga menutupi keberadaanmu. aku
& sora frustasi mencarimu, sampai
akhirnya sora,...” , kyu mulai bercerita.
#part
26
flashback
5 tahun lalu.
“obasan,
dimana hwa-chan sekarang?”, tanya sora ke ahjumma. “apa urusannya dengan
kalian, bukankah kalian harus senang. sul hwa pergi dari sini agar kalian
menjadi pasangan bahagia”, tanyanya sinis. “kumohon ahjumma, beri tau kami
dimana hwa-ah sekarang?”, tanya kyu. “sudahlah kenapa kalian masih terus
mengusik keponakanku, apa kalian merasa tidak puas sebelum membuat dia mati
bunuh diri ha”, kata ahjumma emosi. sora langsung berlutut di kaki ahjumma,
“kumohon beritahu kami dimana hwa-chan?”. ahjumma langsung menyingkirkan tangan
sora dari kakinya. “pergilah”, perintah ahjumma. dia langsung menutup pintu.
kyu pun hanya terdiam, sora menangis kencang.
flashback
end
“ahjumma
mu mengusir kami dari rumahmu”, cerita kyu. tapi kami berdua berusaha
menemukanmu, & meminta maaf. sampai akhirnya sora putus asa & berusaha menggugurkan
kandungannya. aku beberapa kali menghalanginya, tapi saat dia melakukan yg
terakhir. dia meminum obat penggugur kandungan, aku menemukannya jatuh ke
lantai dengan darah yg keluar dari tubuhnya. aku sudah berusaha membawanya ke
rumah sakit, tapi dia tidak bisa diselamatkan”, kata kyu berusaha tegar.
“sebelum meninggal, dia memberikan surat & gantungan hp ini untukmu”,
katanya dengan tatapan menerawang.
badanku
menjadi lemas. aku berusaha bangkit, tapi kakiku terasa lemas. akupun jatuh ke
lantai. kyu langsung memelukku dari belakang. “menangislah hwa- ah,
menangislah”, kata kyu. dipundakku terasa hangat. kyu juga menangis. akupun
menangis sejadi-jadinya, dengan kyu memelukku. aku berusaha menata hatiku
kembali.
#
part 27
kami
berdua memutuskan makan siang di luar. agar karyawan lain tidak curiga, kami
berdua lewat jalan belakang. sesampainya di restoran.
“ahjumma,
aku pesan Ramyun”, kata kyu ke pelayan. “kau, pesan apa?”, tanyanya. “samakan
saja”, kataku. “kalau begitu jadi dua ya ahjumma”, katanya. kami berdua duduk
berhadapan, aku masih terasa canggung. “neomu yeppo sul hwa-ah, (kau begitu
cantik sul hwa-ah)”, katanya. aku mendengarnya terkaget. “mwo oppa?”, tanyaku
polos. kyu terlihat salah tingjah. “aishh... kenapa aku berkata seperti itu?”,
batin kyu. makanan yg kami pesan sudah datang, “untung makanannya sudah
datang?”, batin kyu. “masitge deuseyo (selamat menikmati”, kata ahjumma itu.
“jal meokgesseumnida”, kata kami berdua. “kajja, kita makan”, ajak kyu. kamipun makan siang
bersama. setelah sekian lama tidak bertemu.
“kau
tidak berubah ya?”, tanya kyu. “begitukah”, kataku dengan ucapan menggoda. kyu
tersipu malu. kulihat kyu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. “ini untukmu”,
dia menyerahkan sebuah kado untukku. “apa ini oppa?”, kataku. “bukalah”,
pintanya. aku membuka kado itu, ternyata berisi kalung liontin berinisal
namaku. “apa ini oppa?”, kataku terkejut. “saengil chukha hamnida, park sul
hwa”, katanya. “OMO, apa hari ini ulang tahunku oppa?”, tanyaku bingung. “Ne~
kau lupa dengan ulang tahunmu?”, tanyanya. “Ne~”, kataku polos. kyu tertawa
terbahak-bahak. aku memang tidak peduli kapan aku dilahirkan, toh percuma saja
bagiku. “Sul hwa-ah”, kata2 kyu terhenti saat siwon tiba2 muncul.
“Chagi,
kau ada disini?”, tanyanya. “Ne~”, kataku. “kau bersamanya”, tanyanya lagi. aku
diam, dia duduk disebelahku & mencium pipiku. kulihat kyu terlihat marah.
“oh ya cho-ssi, yeoja yg ada didepanmu sekarang adalah yeojachinguku jadi aku
harap kau tidak berusaha merebut dia dariku”, kata siwon sinis. “masih belum
menjadi istrimukan?”, jawab kyu gak kalah sinis. aku menjadi pusing melihat mereka berdua.
“apa ini chagi, hadiah?”, tanyanya padaku. “Ne~”kataku. “aish, kau tidak tahu
kalau kekasihmu hari ini ulang tahun, kasian sekali kau?”, kata kyu sinis.
kulihat siwon mulai naik darah. “benarkah itu chagi”, tanyanya, aku hanya diam.
“kalau begitu”, tiba2 siwon memegang tanganku & menyeret aku pergi. kulihat
kyu hanya tercengang melihatnya.
#part
28
ternyata
aku diajak ke salah departement store di seoul...
aku
diseret siwon ke salah satu toko baju di departement store, aku merasa kaget
kenapa toko ini sepi sekali?. “kau kaget”, tanyanya. aku mengangguk. “aku sudah
membooking tempat ini, jadi pilihlah baju yg kau suka”, kata siwon. “Mwo”,
kataku tercengang. “ayo nona ikut kami”, kata kepala pelayan. aku langsung
diseret ke tempat baju. setelah membeli baju, siwon mengajakku ke salon. “aku
akan merubahmu menjadi cinderella”, kata siwon siwon semangat. “OMO na....”,
kataku.
melihat
perubahanku, siwon merasa terpana. dia tidak menyangka kalau aku bisa berubah
menjadi sedemikan cantik (kan emang aku sudah cantik). tak henti2nya dia
menatapku. “aish,,, jangan liat aku seperti itu”, kataku malu2. “neomu yeppo
sul hwa-ah, (kau begitu cantik sul hwa-ah)”, kata siwon. “nado arro (aku
tahu)”, jawabku. “kamu orang kedua hari ini yg bilang aku cantik”, kataku
pamer. “ish,,, jangan2 namja itu yg pertama bilang kamu,” tanyanya penasaran.
aku hanya tersenyum evil. “yakkk.... kau”, teriak siwon. dia memegang tanganku,
“ayo kita makan malam”, ajaknya. lagi2 aku diseret-seret. “kita mau kemana
siwon-ssi”, tanyaku. “aku kan sudah bilang panggil aku oppa?”, katanya
meninggi. “Ne~ Ne~ Arraso”, kataku.
di
restoran makanan perancis, (#jiah admin juga mau di ajak kesitu)
“lagi2
tempat ini sepi”, kataku. “jangan2 kau”, tanyaku selidik. siwon oppa Cuma
tersenyum evil. “duduklah” pintanya. dia memang seorang gentleman. makanan yg
kami belum pesan, ternyata sudah dipesan (#nah lo) datang. “makanlah”,
pintanya. aku pun memulai memakan makanan mewah ini. “gajiku saja tidak cukup,
kecuali kalau pakai uang keluargaku”, ucapku dalam hati. saat aku memakan hati
angsa / foie gras, tiba2 ada yg nyangkut di gigiku. saat ku keluarkan ternyata
cincin. “ini cincin apa?”, tanyaku polos ke siwon. siwon hanya tersenyum &
menghampiri kursiku. dia berlutut sambil memegang tanganku, “MAUKAH KAU MENIKAH
DENGANKU”, pintanya (#backsound MARRY U – SUPER JUNIOR). aku hanya diam,
terlihat sangat bodoh. “MWO, WAEYO”, tanyaku. “kau benar2 pabbo”, katanya.
“MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU”, pintanya lagi. “bisakah aku memikirkannya lagi”,
tanyaku. “apa kau tidak mau menikah denganku”, tanyanya, dia menatapku mencari
jawaban dariku. aku langsung berdiri. “aku mau memikirkanya lagi”, kataku, saat
aku mau pergi. siwon menarik tanganku. “apa kau masih mencintai namja itu”,
tanyanya. “aku tidak tau tentang perasaanku sekarang”, jawabku. “mianhaeyo”,
kataku lagi melepas tangan siwon.
saat
di jalan aku menangis, aku merasa bingung dengan perasaanku sendiri. “Tuhan apa
yg aku harus lakukan”, kataku memohon.
#part
29
keesokan
harinya,
beeep
beep beeep, hp ku bergetar. “ehmmmm.. hoammmm”, mendengar suara getaran dari
hp. “ternyata sungmin oppa yg telepon”, kataku setengah mengantuk. “yakkkk...
oppa kenapa pagi2 sudah menggangguku, ini kan jatah liburku”, teriakku. “yakkk...
kau lupa hari ini ada acara oubound di kantor”, balasnya teriak. aku langsung
terdiam. “jinjja (sungguh)”, kataku tak percaya. “kau tidak tahu”, tanyanya
lagi. “molla”, kataku. “baiklah aku ke kantor sekarang”, beep aku mematikan
telepon. “gawat aku harus ke kantor, aku tidak mau dimarahin lee-ssi”, kataku
buru2.
di
kantor,
“untung
tidak terlambat”, kataku terengah-engah. “kau sudah datang”, kata donghae.
“kelihatan lelah sekali”, kata Chae ri. PLETAK, tiba2 kepalaku dipukul
“yakkkk... oppa kenapa memukul aku”, kataku marah2 ke sungmin. “karena kau
bersikap tidak hormat padaku”, kata sungmin nyantai. aku mendengus,
“UHHH”. “kenapa kalian pagi2 sudah
ribut, aku cemburu dengan pertengkaran kalian”, kata seorang namja yg tiba2
datang. “BOSSS”, ujar mereka kompak. “OMO, itukan Kyu oppa. kenapa dia ada
disini”, tanyaku dalam hati. kyuhyun langsung melihatku, aku langsung salah
tingkah dibuatnya. “Kenapa bos disini?”, tanya chae ri. “aku kan juga karyawan
disini jadi boleh dunk kalau ikut kalian”, katanya nyantai. suasana menjadi
canggung lagi. apa ini takdir atau tidak, kyuhyun duduk disebalahku dalam bus.
membuatku merasa sangat canggung. aku memutuskan untuk diam saja.
sesampainya
di lokasi. lokasi outbound diluar kota seoul, lumayan jauh sekitar 5 jam dari
kota.
“ARGGGHHHHH...
badanku”, turun dari bus aku langsung merenggangkan badan. “hari ini jadwal
bebas kalian”, kata lee-ssi. “YES,,,,,”, kataku senang. “kau kelihatan senang
sekali”, kata chae ri. aku hanya tersenyum. “Kajja, kita ke kamar eonni. aku
mau tidur dulu”, kataku ke chae ri. “dasar kau tukang tidur”, goda chae ri.
#part
30
bangun
tidur tak terasa sudah malam, kulihat chae ri tidak di kamar. “mereka pasti
sudah makan malam”, kataku. aku langsung mandi & menyusul mereka di
restoran.
“OPPA
EONNI”, teriakku. “cepat ambil makananmu”, perintah sungmin. aku langsung
mengangguk. setibanya di meja mereka. “duduklah”, perintah chae ri. aku
langsung menurut. “kami ingin bertanya padamu”, kata donghae. “ehmm”, kataku
sambil mengunyah makanan. “aku mau tanya, apa benar kamu pacaran dengan siwon
artis hallyu itu”, tanyanya lugas. makanan yg aku kunyah langsung kusembur.
“mian mian”, kataku. aku langsung mengambil minumanku. “kenapa oppa & eonni
tanya itu?”, kataku berbalik tanya. “karena beritamu sudah tersebar kemana-mana,
tiap hari kantor diteror terus”, kata chae ri. “Jinjja, apa sampai seperti itu.
aku tidak ada hubungan apa2 eonni dengan namja bernama siwon, dianya saja yg
terlalu memaksaku”, kataku frustasi. “seperti itu”, kata sungmin meminta
kebenaran. aku hanya mengangguk kencang. “sudah sudah kita makan dulu”, kata
donghae menetralkan.
besok
harinya,
“apa
kalian sudah berkumpul”, kata lee-ssi. “NE~”, jawab kami kompak. “Hari ini kita
hiking bersama”, kata lee-ssi. “siapa tercepat yg sampai diatas, dia akan
mendapat hadiah”, kata lee-ssi semangat. “HWAITING”, jawab kami kompak. aku
berjalan mendahului mereka, langkah kakiku memang panjang jadi bisa cepat
berjalan. “asyik dapat hadiah, tahun kemarin hadiahnya mobil. hari ini apa
ya?”, pikirku menerawang. tanpa sadar aku meninggalkan teman2ku terlalu jauh.
“aku dimana sekarang”, aku menoleh kanan kiri tapi disini sepi sekali. “OMO aku
tersesat”, kataku panik. “aku harus menelepon”, kataku lagi. aku merogoh
kantung2 di bajuku & membongkar tas yg aku bawa hasilnya nihil, saat
kuinggat. “OMO hp ku ketinggalan di kamar”, aku langsung panik.
aku
benar2 di buat panik. aku tambah panik lagi saat tiba2 ada suara KRESEK KRESEK
di belakangku. karena takutnya aku langsung berlari, orang yg dibelakangku juga
mengejar. “AKU MAU DIBUNUH AKU MAU DIBUNUH”, itu yg terlintas di kepalaku.
seperti akting di film thriller, aku berlari terus dengan pikiran seperti itu.
“aku mau hidup aku mau hidup”, pikirku. saat aku menghindari orang itu “AWAS,,,,”
“ARRRGHHHHGGRRRRHHH”.
#part
31
“ARRRRGGGHHHHARRGGGHHH”,
aku terperosok ke jurang bersama orang yg mengejarku. aku langsung pingsan.
aku
bangun dari pingsanku, “kau sudah bangun”, tanya orang itu. terdengar suara
namja. “OMO OPPA, akkkkkhh”, kataku sambil memegang tangan kananku yg sakit. “jangan
bergerak dulu”, pintanya. Dia adalah kyuhyun. “Jadi oppa yg mengejarku tadi”,
tanyaku penasaran. “iya, kenapa kau langsung berlari seperti itu?”, tanyanya.
aku langsung memukul tangan kyuhyun, dia langsung meringis. ternyata dia juga
terluka seperti aku. “oppa tau aku panik sekali, seperti di film thriller. aku
kira bakal dibunuh”, kataku parno. “liat ini appo oppa”, kataku memerlihatkan
luka gara2 jatuh dari jurang tadi.”HAHHHHAHHAAAA”, kyuhyun langsung tertawa.
“oppa harus telepon orang, kalau kita disini”, pintaku ketakutan. “neol
museowo?? (kau takut?)”, tanyanya. “Ne~”, kataku mengangguk. “ternyata kau
tidak berubah hwa-ah, tetap takut dalam gelap”, godannya. aku mengflasback
kejadian 15 tahun lalu.aku ingat sewaktu kecil saat aku terlibat dalam kecelakaan
kedua orang tuaku. tubuhku terjepit di sela2 mobil, suasana gelap & aku
melihat darah dimana-mana. sejak saat itu aku sangat takut dengan tempat gelap
& sempit. flash back end.
kyuhyun
melihat kepanikanku dia langsung menelepon orang disebarang sana. “cepatlah
kami tunggu”, beep dia mematikan telepon. “bagaimana?”, tanyaku. “bantuan
segera datang. tenanglah”, katanya menenangkan. dia memberi jaketnya padaku,
tapi aku menolaknya. akhirnya jaket itu kami pakai berdua. “aku ingin cerita
banyak padamu”, kata kyu memecah keheningan. aku hanya diam. “kau harus tahu,
aku menyukaimu sejak 12 tahun yg lalu”, katanya menerawang. “MWO, 12 tahun
lalu. bukannya kita mengenal 10 tahun yg lalu”, kataku kaget. “kau salah
hwa-ah, kau ingat kejadian saat kau menyelamatkan seorang namja yg jatuh dari
sungai & hampir mati tenggelam”, tanya kyuhyun. aku berusaha mengingat, iya
benar aku pernah menolong seseorang yg hampir tenggelam. “jangan jangan”,
tebakku.
“Ne~
itu aku, aku namja yg pernah kau tolong itu. darisitu aku menyukaimu &
mencarimu. sampai akhirnya takdir mempertemukan kita lagi. aku berjanji akan
selalu bersamamu”, katanya. kata2 itu menyentuh hatiku, aku merasa terharu
mendengarnya. “MIANHAE, aku sudah melanggar janjiku. aku sudah melukai
perasaanmu. kau tau melihatmu menangis seperti itu, rasanya aku sesak. saat kau
pergi hatiku sakit sekali ingin rasanya aku mau mati”, katanya sesak. aku hanya
menahan tangisku. “sampai akhirnya Tuhan mengijinkan bertemu denganmu kembali
disini, aku akan berusaha mengahapus lukamu (kyu memegang tanganku, walau
terasa sakit aku membiarkannya). kita perbaiki semua”, katanya
bersungguh-sungguh. aku melihat sorot mata yg selama ini aku rindukan. entah
siap yg memulai kami mulai berciuman (#admin juga pengen dicium kyu oppa *plak).
aku membalas ciumannya. “SARANGHAE PARK SUL HWA”, bisiknya padaku. “NADO
SARANGHAE”, kataku ke kyuhyun,aku tidak bisa berbohong, aku masih sangat
mencintainya, walau aku pernah sakit dibuatnya. setelah itu kami berciuman
lagi.(#admin ngiler)
tiba2
ada cahaya yg menyorot kami, kami melepas ciuman kami. “SIWON”, kataku
terkaget.
#part
32
aku
kaget tiba2 siwon datang ke arah kami. “Siwon-ssi”, kataku mendesis. siwon
berlari ke arahku. “kau tidak apa2, apa kau terluka”, tanyanya khawatir. aku
hanya diam, sesekali melirik kyuhyun. “kau sakit”, tanyanya lagi. “coba aku
lihat”. siwon tahu kalau aku banyak luka, dia langsung menggendongku membawaku
pergi ke suatu tempat. kulihat kyuhyun juga ditolong oleh lee-ssi.
tiba
di klinik.
kakiku,
tangan, & kepalaku sudah pendapat perawatan dari uisa. “untung hanya lecet
saja, tidak ada luka yg terlalu serius, dia hanya butuh istirahat”, kata uisa
tersebut. “gamshamnida”, kata siwon. uisa yg merawatku pergi. “YakkkkKK, apa yg
kau lakukan di hutan”, siwon memarahiku. “yak... kenapa kau harus teriak2”,
gantian aku yg marah. “terus kenapa kau tidak membawa hp mu?”, tanya siwon
meninggi sambil melempar hp ke arahmu, dengan cekatan aku menangkapnya. “kenapa
kau melempar hp ku”, nadaku ikut meninggi. sebenarnya malu juga teriak2 di
klinik. tiba2 siwon duduk disebelahku. “kau tahu aku mengkhawatirkanmu (sambil
memegang tanganmu), aku berusaha meneleponmu tapi kenapa kau tidak mau
mengangkatnya”, kata siwon dengan tatapan penuh kekhawatiran. tapi aku hanya
diam. “untung tadi temanmu mengangkatnya jadi aku tau ternyata kau hilang di
hutan, kau tau aku meninggalkan pekerjaanku disana demi mencarimu disini”, kata
siwon frustasi.
aku
hanya diam, melihat aku diam siwon berdiri & berjalan menuju jendela. aku
melihat ekspresi rasa kekhawatiran yg dalam. “aku takut kehilanganmu hwa-ah”,
katanya lagi. aku beranjak dari tempat tidur. “kau mau kemana?”, tanyanya. “aku
mau ke wc, kau mau ikut”, kataku. “aish,,, sempat2nya kita bicara serius, kau
malah bercanda”, kata siwon mendesis. “aku tidak bercanda OPPA SIWON-SSI”,
kataku menegaskan. aku pergi keluar.
karena
wc di klinik ini ada di luar. otomatis aku harus berjalan keluar, meski sedikit
perih. sesampainya di pintu depan, ada mobil sedan berhenti di depanku &
membuatku kaget. keluar dua orang namja bertunuh besar. tiba mereka menyerangku
membungkam mulutku. “UPPHTTTT”, kataku. aku berusaha melepas tangannya,
“TOLONG”, teriakku. salah satu namja itu memberi obat bius, sehingga membuatku
pingsan.
siwon
yg mendengar teriakan itu langsung keluar, dia terlambat. mobilnya sudah
terlalu jauh untuk dikejar.
#part
33
“aku
ada dimana”, tanyaku setelah tersadar dari pingsanku. badanku diikat, hingga
tak dapat bergerak ini membuatku luka ku makin parah. “kau sudah bangun”, tanya
seorang yeoja. “ehmmm”, aku melihatnya samar2 karena tempat ini gelap. saat
benar2 tersadar “HAN SO YEON”, kata terkejut. “Ne~ itu aku”, jawabnya. di
mendatangiku dengan membawa pisau ditangannya. pisau itu di arahkan ke wajahku.
“kau tau aku melakukan ini untuk apa”, katanya memegang wajahku mengarahkan
pisaunya ke atas ke bawah (#admin ikut ngeri juga). “molla, aku tak tau maumu
apa so yeon-ssi”, kataku tegang. “KAU TAK TAU HA...”, dengan nada meninggi.
“KAU BERANI SEKALI MEREBUT SIWON OPPA DARI TANGANKU, KAU INGIN MATI HA...”, katanya
mengancam. “tak akan kubiarkan kau hidup park sul hwa, dari awal seharusnya aku
menyingkirkanmu”, kata so yeon merendah. mataku mau keluar melihatnya marah
seperti ini, penuh kebencian perasaan itu yg aku tangkap.
BRAKKK
suara pintu terdobrak. aku lihat siwon & kyuhyun oppa datang, mereka mau
menolongku. mereka berdua berantem dengan bodyguard han so yeon. untunglah
mereka dapat mengalahkan pengawal itu. melihat itu han so yeon langsung
mengarahkan pisau ke kepalaku. “KALIAN JANGAN MENDEKAT, ATAU YEOJA INI MATI”,
katanya mengancam. mereka tidak menyerah & mencoba menenangkan. “BAGAIMANA
KALIAN BISA TAU KEBERADAAN DIA DISINI”, tanya so yeon. “APA KAU TIDAK MENGENAL
TEKNOLOGI GPS”, kata kyuhyun, mereka melacakku lewat gps yg ada di hpku.
“KUMOHON LEPASKAN DIA, KAU HANYA MENGINGINKAN AKUKAN”, kata siwon. “ANIYO, AKU
TIDAK MAU MELEPASKANYA”, kata so yeon bersikeras. “DIA HARUS MATI”, kata so
yeon frustasi. siwon mendekati han so yeon, terjadi perebutan senjata oleh
siwon & han so yeon. kyuhyun langsung tanggap melepaskan ikatan dari
tubuhku. aku langsung memeluknya, ketika ikatan terlepas. “Kajja, kita pergi”,
ajak kyuhyun. “Ani, oppa kita harus menyelamatkan siwon oppa”, kataku. “polisi
akan segera datang, pergilah biar aku menyelamatkan siwon”, pinta kyuhyun. aku
hanya diam. tiba2 JLEBBB, ada yg tertusuk. aku melihatnya langsung teriak
histeris “OPPA...”. aku melihat siwon tertusuk, tubuhnya penuh dengan darah,
aku berlari ke arahnya. aku melihat so yeon terkejut, dia melempar pisau ke
lantai. dari luar terdengar sirine polisi, han so yeon pergi meninggalkan kami.
menuju
ke rumah sakit. “oppa bertahanlah, JEBAL”, pintaku. siwon masih tersadar dia
memgeng wajahku dengan tangan yg penuh darah. kyuhyun yg berada disampingku
hanya diam.
“harus segera dioperasi, pendarahannya cukup
hebat. luka yg didapat cukup dalam”, kata seorang uisa. “aku mohon, selamatkan
dia”, kataku penuh khawatir. aku menunggu hampir 3 jam, operasi belum selesai2.
aku menjadi tambah panik dibuatnya. kyuhyun mencoba menenangkanku. saat lampu
kamar operasi berubah. “ottoke, keadaan siwon-ssi”, tanyaku pada uisa.
“tenanglah, dia baik2 saja. untunglah pendarahannya bisa dihentikan”, kata
uisa. “apa kita sudah dapat menemuinya”, kata kyuhyun. “Ne~ dia sudah ada
dikamarnya”, kata uisa. kami pun bergegas menuju kamar perawatan siwon.
#part
34
di
kamar perawatan.
aku
melihat siwon terbaring lemah, masih keluar darah dari luka tusukan itu. aku
mendekatinya, duduk disebelahnya, memegang tangannya. “oppa kumohon bangunlah”,
bisikku ke telinga siwon. siwon tetap tidak bereaksi.
beberapa
hari aku di rumah sakit, menunggu siwon sadar. tetapi hasilnya nihil, siwon
tetap koma. aku merasa sangat bersalah kepada siwon. “kyu oppa, kau datang”,
kataku saat kulihat kyuhyun mendekati aku. “pulanglah, kau sudah beberapa hari
tidak pulang”, pinta kyu. “ani, oppa. aku akan tetap menunggu sampai siwon
sadar”, kataku. “Oppa”, kataku. “Ne~”, jawabnya. “bisakah kita bicara
sebentar”, kataku serius. “Ne~”, jawabnya penuh keheranan. “tapi tidak disini,
kita keluar dahulu”, pintaku.
di
taman rumah sakit.
“neon
gwaenjhanasaeyo??”, katanya. ““naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo”, kataku. ““geugeoseun
mueoseuniga (ada apa)”, tanyanya. “Oppa, aku akan menikah dengan siwon-ssi”,
kataku to the point. “gotjimal! Pasti ada alasannya, malhaebwa (katakan
padaku)”, tanya kyuhyun. “aku sudah berpikir tentang ini, aku rasa kita memang
tidak ditakdirkan bersama”, jawabku. sepertinya emosi kyuhyun memuncak, “Nal
bwao (tatap aku)”, pintanya. akupun menatap matanya menunjukan ekspresi kesungguhanku.
“malhae (katakan), kau hanya bercanda bukan”, mintanya. “ani oppa, aku serius”,
kataku. kyuhyun melepaskan tangannya. “kau hanya merasa kasian padanya”,
katanya mengejek. “oppa aku serius dengan semua perkataanku”, kataku &
segera aku meninggalkan kyuhyun ditaman. “'SEKYA”, teriaknya sambil menendang
pot disitu. aku hanya menangis “MIANHAE OPPA”, kataku dalam hati & berjalan
pergi.
aku
kembali ke kamar siwon. aku mendekati siwon dan berbisik “oppa bangunlah, aku
akan menikah denganmu”, bisikku. aku mengucapkan itu menahan rasa perih di
hati. entah bagai mantra kata2ku tadi direspon olehnya. kulihat tangan siwon
bergerak, aku cepat2 memanggil uisa. siwon tersadar, aku menangis haru. “dia
sudah tidak apa2 sul hwa-ssi”, kata uisa. aku mendekatinya. “kau
bersungguh-sungguh atau hanya mimpi”, tanyanya. “aku bersungguh2 oppa”, kataku
sambil menangis.
tak
berselang lama, kami menyiapkan pesta pernikahan kami. untung semua dapat
berjalan lancar. walau sakit tapi aku harus melakukannya, aku meyakinkan diriku
sendiri. “kau cantik dengan gaun itu hwa-ah, apa kau sudah siap hwa-ah”, tanya
ahjummaku, beliau jauh2 datang dari Indonesia untuk menemuiku. “Ne~”, kataku
menangis. ahjumma datang memelukku, aku tidak tau perasaanku sekarang aku
bingung. “ahjumma, bisakah saya bicara sebentar dengan calon istri saya”, pinta
siwon tiba2 datang. ahjumma meninggalkan kami berdua.
“kau
bahagia”, tanyanya. “ak,,,,aku bahagia”, aku berusaha menutupi perasaanku.
tiba2 dia mengambil buket bungaku & mengancurkannya, dia menyeretku keluar
dari gedung. “oppa wae”, tanyaku, tapi tetap saja dia menyeretku. “pergilah, kau hanya kasian padaku. kau tidak
bersungguh-sungguh”, katanya. “aku sudah bosan padamu pergilah”, usirnya &
meninggalkan sul hwa. sebenarnya siwon merasa sakit tapi juga merasa lega, “aku
bisa melupakan sul hwa-ah, meski aku harus mencintaimu seumur hidupku”,
katanya.
aku
meninggalkan lokasi, saat akan menyebarang. ada mobil berkecepatan tinggi ingin
menabrakku, tetapi BRAKKKKK, saat kulihat “OPPA”, teriakku histeris. aku
melihat kyuhyun tertabrak, aku langsung berlari menghampiri. mobil yg ingin
mencelakaiku oleng & menabrak pembatas, mobil itu terbalik. aku liat
seorang yeoja yg terpental, yeoja itu adalah han so yeon, dia meninggal
seketika di lokasi kejadian. aku beralih ke kyuhyun, “OPPA SADARLAH, OPPA...”,
teriakku histeris. kulihat kyuhyun tidak bergerak.
berbulan-bulan
kemudian, aku meninggalkan seoul sementara untuk menghilangkan rasa sakit yg
ada dihati.
“waeyo
kau disini, disini sangat dingin”, tanya seorang namja. “Oppa siwon, waeyo oppa
juga disini?”, aku berbalik bertanya. siwon hanya tersenyum & duduk
disampingku. “aku akan menunggu matahari terbenam denganmu disini”, katanya
menggoda. “aishhh, oppa”, kataku tersenyum. “HEI YG KATANYA BINTANG HALLYU,
KENAPA KAU BERANI-BERANI MENGGODA..”,
last
part #part 35
flashback
“OPPA,
SADARLAH”, melihat tubuh kyuhyun yg tidak bergerak membuatku ketakutan setengah
mati. untung siwon segera datang & menolong kyuhyun. sesampainya di rumah
sakit seoul, kyuhyun langsung segera dioperasi, kalau tidak nyawanya tidak bisa
diselamatkan. aku menunggunya sampai selesai operasi. aku sangat ketakutan
harus kehilangan kyuhyun lagi. “sudah cukup aku pernah kehilanganmu kedua orang
tuaku & pernah kehilangganmu oppa, ku mohon hiduplah untukku”, pintaku
menangis. siwon memegang punggungku, chae ri, donghae, sungmin, ahjumma mencoba
menenangkanku. “Tabahlah”, kata mereka. aku terus menangis. saat lampu operasi
berubah, keluar seorang uisa & aku menghampirinya. “bagaimana keadaannya uisa?”,
tanyaku khawatir. “kalian hanya bisa berdoa saja, untuk kesembuhan cho-ssi.
karena luka yg diterima cukup parah. beberapa tulung rusuk & kaki patah.
terjadi pendarahan dalam”, kata uisa tersebut. kepalaku terasa pening &
pingsan setelah mendengar kata2 uisa tersebut.
“ehhmmmm”,
“akhirnya kau bangun hwa-ah”, kata ahjumma. aku langsung terbangun &
bergegas menuju kamar kyuhyun. “kau masih sakit hwa-ah, istirahatlah”, pinta
ahjumma. aku tidak memedulikan, selang infus yg berada di tanganku, aku lepas
& bergegas menuju kamar kyuhyun. “oppa”, aku mulai menangis lagi melihat
kyuhyun koma seperti ini. aku mendekatinya. “KUMOHON OPPA JANGAN TINGGALKAN AKU
LAGI”, pintaku. tapi kyuhyun tetap tertidur.
ini
hampir 40 hari kyuhyun koma, aku tertidur disisi ranjang kyuhyun. tiba2 ada
tangan yg membelai rambutku, akupun terbangun dibuatnya. “OPPA, kau sudah
sadar”, aku tersenyum bahagia. “Terima Kasih Tuhan kau telah mengembalikan
Kyuhyun kepadaku lagi”, kataku didepannya. “kau bahagia”, katanya menggoda.
“Ne~, neomu neomu bahagia”, kataku tersenyum sambil menangis. “aku mau
memanggil uisa oppa”, kataku. saat aku beranjak pergi tangannya memegangku,
“tinggalah disini, jangan tinggalkan aku chagi”, katanya tersenyum. “peluk
aku”, pintanya. seperti tersihir, aku langsung memeluknya.
tak
berapa lama Kyuhyun sembuh, dia mengajakku ke restoran ramen yg dulu aku pernah
kesana dengannya. di dalam restoran dia membuat kejutan untuku, dia melamarku,
“WOULD YOU MARRY ME”, pintanya. “I DO”, kataku. kami pun melaksanakan
pernikahan kami, di pinggir pantai yg indah. dimana itu tempat impian kami
menikah dahulu. aku menjadi wanita paling bahagia di dunia. saat di altar
pernikahan “neomu yeppo chagiya”, godanya. aku hanya tersenyum. setelah upacara
selesai kita melakukan wedding kiss (#admin iri lagi pengen dicium juga). semua
orang bahagia, termasuk kita berdua merasa sangat sangat sangat bahagia.
flashback
end
“HEI
YG KATANYA BINTANG HALLYU, KENAPA KAU BERANI-BERANI MENGGODA ISTRIKU”, kata
seorang namja. ya, siapa lagi namja itu. dia adalah kyuhyun. dia mendekati
kami, mengambil posisi ditengah-tengah. “kau jangan menggoda istriku ne~”,
katanya menasehati siwon. siwon hanya tertawa, akupun tersenyum. “kenapa kalian
tertawa hei...”, katanya kesal. “oppa kau lucu sekali”, kataku. “chagi”, katanya
merengek supaya tidak ditertawakan. “okey okey aku pergi (siwon berdiri),
hwa-ah kalau suamimu macam2 padamu lagi, tuntulah perceraian & menikah
denganku”, godanya. kulihat kyuhyun langsung berdiri, siwon langsung berlari
takut ditonjok kyuhyun. aku yg melihat hanya tertawa lihat tingkah mereka.
kyuhyun dudukl lagi “SIALAN TUCH ORANG, MAKIN NGELUNJAK AJA”, katanya kesal.
aku langsung merangkul tangan kyuhyun, melihat sikap manjaku kyuhyun langsung
memelukku mencium kepalaku. “Oppa ayo kita jalan2”, ajakku.
kami
menikmati sore ini, melihat matahari terbenam bersama. “OPPA, kau percaya
takdir”, tanyaku tiba2. “Mwo, wae kamu tanya seperti itu”, tanyanya balik.
“jawab pertanyaanku oppa”, kataku. kyuhyun mengehentikan langkahnya. dia
memandangku dengan tatapan tajam, tiba2 dia tersenyum. “aku percaya”, bisiknya.
“kapan?”, tanyaku. “kalau kau ingin jawaban, cium aku dulu”, godanya sambil
memegang bibirnya. akupun langsung mencium bibirnya sekilas. dia hanya
tersenyum. “Mwo?”, tanyaku. memegang kedua tanganku. “aku percaya takdir saat
aku bertemu denganmu, saat aku mencintaimu”, katanya mantap. “kau tau kaulah
segalanya bagi hidupku jadi kumohon tinggalah disisiku selamanya CHAGIYA”,
pintanya. aku tersenyum mendengar kata2nya.
dia
menciumku lagi & berlari pergi. aku mengejarnya dengan senyum bahagia di
pipiku. “NEOMU NEOMU SARANGHAE PARK SUL HWA”, teriaknya. “NADO SARANGHAE CHO
KYUHYUN”, teriakku.
“Terima
kasih Tuhan memberiku takdir yg luar biasa, terima kasih”, kataku. tiba2
perutku mual. kyuhyun mendekatiku. “kau kenapa?”, tanyanya. aku memberi hadiah
dari kantong celanaku. tiba2 senyum bahagia terukir di pipinya. “YEAH...
sebentar lagi aku menjadi appa”, teriaknya bahagia
_END_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar