super junior

super junior

Minggu, 21 Oktober 2012

FATED TO LOVE YOU 21-35(END)


TITLE : FATED TO LOVE YOU
AUTHOR : PIET (~KYUPIET~) follow @park_kyupiet90
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST

PERINGATAN : UNTUK PARA READERS, BOLEH DIBACA TAPI BUKAN UNTUK DIBAJAK. TOLONG HARGAI KARYA SAYA. TERIMA KASIH

#part 21

di dalam mobil, tidak ada pembicaraan diantara kami. sampai akhrinya aku memutuskan untuk bicara, “kau harus menepati janjimu, bersedia untuk diwawancarai”. siwon tersenyum sinis. “okey”, katanya.

akhirnya sampai juga di rumahku, aku bergegas keluar tapi tanganku ditarik olehnya. “malam ini, neomu yeppo park sul hwa, (kau begitu cantik park sul hwa)”, katanya memujiku. karena aku sudah tidak kuat lagi. akhirnya aku menamparnya, aku melampiaskan amarahku. “kau & namja itu sama saja, sama2 orang kaya yg seenaknya sendiri mempermainkan hati seorang yeoja lemah sepertiku”, kataku marah2. “sudah cukup hidupku di permainkan seperti ini, aku sudah tidak kuat, ku mohon jangan permainkan perasaanku”, akupun mulai menangis didepannya, dia begitu terkejut melihatku menangis.dia berusaha memelukku, tapi aku langsung menepisnya. aku berlari menuju rumah, siwon mengejarku & dia berhasil memelukku. dia berkata “uljimayo. Neol wihae yeogissda. (jangan menangis, aku ada disini untukmu)”. dia tetap memelukku saat “BUkkkKKK”, aku kaget melihat siwon tersungkur di tanah. aku ingin melihat orang yg memukulnya, “OPPA”, kataku berteriak.

“Buukkk Bukkkk Bukkk”, suara kedua orang ini berantem. aku berusaha memisahkan mereka, aku memisahkan mereka dengan menampar kedua orang itu. “TOLONG HENTIKAN”, teriakku. “tapi chagi”, kata kyuhyun. “hentikan oppa (aku memegang tangannya), pergilah”, pintaku merendah. “tapi chagi”, katanya lagi. “AKU BUKAN CHAGIMU OPPA”, kataku emosi.  “pergilah ku mohon”, kataku menangis. kyuhyun tidak tega & pergi dari rumahku. “kau juga siwon-ssi, pergilah, JEBALLL”, kataku. “jadi itu namja yg menyakitimu di masa lalu chagi”, ejeknya. “ku mohon siwon-ssi, kau juga pergi dari sini”, kata meminta. Cih... akhirnya siwon pun pergi, dia tak tega melihatku menangis. kedua orang itupun pergi. aku berlari masuk rumah & menangis sekencang-kencang. “KENAPA KENAPA AKU SELALU DIPERMAINKAN TAKDIR SEPERTI INI?”, kataku. aku meluapkan emosiku yg paling dalam.

#part  22

keesokan harinya. sebenarnya aku masih malas ketemu kedua orang itu. kalo tidak gara2 deadline, aku tidak akan menemui siwon. atau minta persetujuan ke kyuhyun. ditambah lagi peristiwa di pesta semalam. seluruh berita mulai dari cetak, elektronik, online membahasa tentang hubungan kami. “apa orang2 ini sedang gak waras, aku tidak punya hubungan apa2 dengan dia”, kataku kesal. lebih baik aku telepon siwon, “Yeoboseyo”, tanyanya. “kau sekarang masih di rumah”, tanyaku lagi. “nee~ wae”, kata siwon. “aku mau kesana”, kataku. siwon hanya diam. “tunggu aku”, kataku. aku mematikan teleponku.

~skip~

sekarang aku didalam apartemen siwon, “siwon, neon gwaenjhanasaeyo?? (siwon, kau baik-baik saja?)”, tanyaku memegang luka tonjokan di muka siwon. siwon hanya meringis, “naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo (aku baik-baik saja, jangan khawatir)”, katanya. “oh,,,,”, kataku. “apa maksudnya dia dengan kata oh...”, tanya siwon dalam hati.

“kau tidak lupa dengan janjimu kan”, kataku lagi. dia melihatku sinis. “baiklah, karena aku artis yg menempati janji”, sombongnya. “aish”.... akupun memulai beberapa pertanyaan, tentang dirinya, pekerjaannya, proyek terbarunya. “selesai juga”, kataku lega. “aaahh neomu johta (senangnya), tugasmu sudah selesai”, tanyanya. “ne~ & kita tidak akan bertemu kembali”, kataku nyantai. dia melihatku dengan tatapan tajamnya.”wae, kamu menatapku seperti itu, naneun museopda (Aku takut)”, kataku. dia tetap menatap seperti itu. “aku pulang”, pamitku. saat aku menuju pintu, tiba2 dia memelukku dari belakang, “jangan tinggalkan aku, saranghaeyo sul hwa-ah”, ucapnya mempererat pelukannya. aku terkaget-kaget. “wae?”, tanyaku. “aku mencintaimu sul hwa-ah, sejak kita bertemu 2 bulan yg lalu, kau seorang yeoja berbeda dari yeoja yg lain”, kata siwon. aku merasa pelukannya semakin kencang, napasnya yg berhembus ditelingaku membuatku merasa aneh. dia membalikan badanku ke arahnya, dia memelukku, tiba2 di mendekatkan wajahnya di wajahku, semakin lama semakin mndekat (#gak boleh mikir yadong ne~), dan BRUKKKKK

#part 23

karena aku berusaha mundur, tanpa disengaja aku terpeleset, & BRUkkkkkk. kami berdua jatuh dalam posisi berpelukan (#admin ngiri), karena merasa berat aku menyuruh siwon bangun. tapi siwon tak mau bangun juga. aku goyangin badannya, dia tetap tak bergerak. aku sentuh dahi & lehernya, siwon demam tinggi. akupun menjadi panik. “siwon-ssi bangun”, pintaku. dengan sekuat tenaga aku menggeser tubuhnya dari tubuhku. “akhirnya”, aku melirik siwon yg sedang merasa kesakitan. “dasar tuan muda”.
kuputuskan untuk membawa siwon ke kamarnya. “kau berat sekali”, kataku. saat aku mau mengambil obat. dia menarik tanganku, dia bilang “jangan pergi, temani aku”. “aku hanya ingin mengambilkan obat untukmu”, kataku sambil menepis tangan siwon.

aku kembali, membawa obat dan semangkuk bubur. “siwon-ssi bangunlah sebentar”, aku menyuruhnya bangun. “ehmmmm (mengucek-ecek mata), kau tak pergi”, tanyanya. “anniyo, aku akan menjaga sampai manajermu datang”, kataku. “ku kira aku akan sendirian lagi”, katanya. kulihat sorot mata kesepian di mata siwon. aku menggeleng. “menginaplah disini, aku membutuhkanmu”, pintanya memelas (#aish bang siwon nunjukin puppy eyesnya). aku tak tega & mengiyakan. “makanlah”, pintaku. “suapi aku”, pintanya. “manja sekali ketika kau sakit, seperti anak kecil yg baru mendapatkan hadiah”, godaku. “aku memang mendapatkan hadiah”, jawabnya, dia menatapku dengan tatapan itu lagi. “siwon-ssi jangan lihat aku seperti itu?”, pintaku. “jangan panggil aku siwon-ssi, panggila aku oppa”, katanya menggoda. “mwo, oppa, wae?”, tanyaku. “aku kan sekarang sudah menjadi namjachingumu”, katanya. sepertinya dia serius sekali. “kau GR sekali siwon-ssi”, kataku menatapnya. “makanlah”, pintaku. “anni, sebelum kau memanggilku oppa”, pintanya dengan nada manja. HHHAAAHHAAAA, aku tertawa ngakak mendengarnya. “kau benar2 seperti anak kecil siwon-ssi”, kataku menahan tawa. dia memoncongkan bibirnya, aku gemas sekali melihatnya. “ne~ ne~ oppa siwon”, kataku tersenyum. akhirnya dia mau makan & minum obat, aku menyuruhnya tidur.

#part 24

pagi harinya aku memutuskan untuk pergi. kemarin aku sudah ijin gak masuk kantor gara2 harus merawat siwon oppa.

di kantor,

“oppa kyu, baik2 gak ya”, tanyaku dalam hati. “aish, kenapa aku memikirkan dia juga”, kataku menggeleng-geleng kepala. tapi dia itu tipikal namja cuek, dulu sewaktu jaman sekolah dulu dia pernah berantem sama orang gara2 aku pernah digoda. kyu oppa kuat2 saja, tapi yg lawannya terluka parah. luka habis berantem dia biarkan begitu saja, kalau tidak aku menyeretnya ke rumah sakit, dia pasti gak mau diobatin. “mending aku lihat di kantornya”,kataku memutuskan.

sesampainya di depan kantor kyu, aku melihatnya dia sibuk mengurusi surat2. “sepertinya dia baik2 saja”, kataku berbisik. aku berbalik melawan arah pintu, “piuh,, untunglah dia tidak melihatku”, kataku lagi. saat aku mau pergi,  tiba2 pintu terbuka. “Kajja, masuklah”, tiba2 kyu membuka pintu & mengkagetkanku. aku hanya diam, dia langsung menarik tanganku. “duduklah”, pintanya. akupun duduk di sofa di dalam kantornya. “Ottoke chinaeseyo? oppa, neon gwaenjhanasaeyo?? (oppa, kau baik-baik saja?)”, tanyaku. kyu oppa duduk disebelahku, dia menatapku dengan penuh kerinduan terpancar di kedua matanya. aku membalas tatapannya, deg deg deg, “kenapa dadaku jadi deg deg an gini”, kataku, aku langsung mengalihkan pandanganku. kyu merasakan perubahanku. “naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo (aku baik-baik saja, jangan khawatir)”, jawabnya. Sling... tiba2 suasana menjadi agak canggung untukku. akupun memberanikan diri bertanya keadaan sora & anak mereka.

“oppa, bagaimana keadaan sora-chan & anakmu, pasti dia sudah besar. kenapa tidak diajak kesini”, tanyaku penuh penasaran. sebenarnya itu hanya menutupi rasa deg2anku saja. tiba2 raut muka kyu oppa berubah, dia pergi menuju laci di meja kantornya. dia mengambil sebuah surat dengan gantungan boneka, itu gantungan hp yg aku berikan kepada sora. surat itu & gantungan itu, dia serahkan kepadaku. “bacalah”, perintahnya.

#part 25

aku mulai membaca surat itu, yg isinya:

“dear my lovely friend – Park Sul Hwa”

“ogenki desuka (bagaimana kabarmu?), aku harap kau baik-baik saja disana. aku sangat merindukanmu hwa-chan. aku ingin kau kembali kesini & menemaniku seperti dulu, tapi itu sudah tidak mungkin lagi. (airmataku mulai menggenang). mungkin saat kau baca surat ini, aku sudah menghilang dari dunia ini. Gomennasai (maaf), aku telah melukai hatimu dengan perbuatanku. aku yg salah, aku yg menjebak kyu-kun untuk melakukan itu padaku. Gomen aku tidak pernah berterus terang padamu soal perasaanku, saat kau memutuskan untuk pergi aku tersadar bahwa kaulah jauh lebih penting dari apapun di dunia ini. hatiku sakit. (aku mulai menangis). tapi tenang saja hwa-chan, aku akan mengembalikan ini seperti semula. perasaan kyu-kun padamu tidak pernah berubah, meski aku sudah masuk di dalamnya. Domo Arigatou gozaimasu (terima kasih banyak), kau sudah mau berteman denganku 10 tahun, menjadi sahabat terbaikku & aku hanya membalasnya dengan menyakitimu. Hontou ni gomennasai (sungguh2 minta maaf)”,

“you friend – Shiroi Sora”

aku meremas surat yg aku pegang, “oppa, dimana sora sekarang. JEBALLL”, aku bertanya kepada kyu. tapi yg kulihat kyu oppa hanya diam, dia menunduk. “oppa, tolong beri tau aku dimana sora sekarang”, tanyaku memegang kedua lengan kyu. “aku & sora mencarimu di rumah, tapi kenyataanya kau pergi begitu saja, menghilang tanpa meninggalkan jejak, ahjumma mu juga menutupi keberadaanmu. aku & sora frustasi mencarimu,  sampai akhirnya sora,...” , kyu mulai bercerita.

#part 26

flashback 5 tahun lalu.

“obasan, dimana hwa-chan sekarang?”, tanya sora ke ahjumma. “apa urusannya dengan kalian, bukankah kalian harus senang. sul hwa pergi dari sini agar kalian menjadi pasangan bahagia”, tanyanya sinis. “kumohon ahjumma, beri tau kami dimana hwa-ah sekarang?”, tanya kyu. “sudahlah kenapa kalian masih terus mengusik keponakanku, apa kalian merasa tidak puas sebelum membuat dia mati bunuh diri ha”, kata ahjumma emosi. sora langsung berlutut di kaki ahjumma, “kumohon beritahu kami dimana hwa-chan?”. ahjumma langsung menyingkirkan tangan sora dari kakinya. “pergilah”, perintah ahjumma. dia langsung menutup pintu. kyu pun hanya terdiam, sora menangis kencang.

flashback end

“ahjumma mu mengusir kami dari rumahmu”, cerita kyu. tapi kami berdua berusaha menemukanmu, & meminta maaf. sampai akhirnya sora putus asa & berusaha menggugurkan kandungannya. aku beberapa kali menghalanginya, tapi saat dia melakukan yg terakhir. dia meminum obat penggugur kandungan, aku menemukannya jatuh ke lantai dengan darah yg keluar dari tubuhnya. aku sudah berusaha membawanya ke rumah sakit, tapi dia tidak bisa diselamatkan”, kata kyu berusaha tegar. “sebelum meninggal, dia memberikan surat & gantungan hp ini untukmu”, katanya dengan tatapan menerawang.

badanku menjadi lemas. aku berusaha bangkit, tapi kakiku terasa lemas. akupun jatuh ke lantai. kyu langsung memelukku dari belakang. “menangislah hwa- ah, menangislah”, kata kyu. dipundakku terasa hangat. kyu juga menangis. akupun menangis sejadi-jadinya, dengan kyu memelukku. aku berusaha menata hatiku kembali.

# part 27

kami berdua memutuskan makan siang di luar. agar karyawan lain tidak curiga, kami berdua lewat jalan belakang. sesampainya di restoran.

“ahjumma, aku pesan Ramyun”, kata kyu ke pelayan. “kau, pesan apa?”, tanyanya. “samakan saja”, kataku. “kalau begitu jadi dua ya ahjumma”, katanya. kami berdua duduk berhadapan, aku masih terasa canggung. “neomu yeppo sul hwa-ah, (kau begitu cantik sul hwa-ah)”, katanya. aku mendengarnya terkaget. “mwo oppa?”, tanyaku polos. kyu terlihat salah tingjah. “aishh... kenapa aku berkata seperti itu?”, batin kyu. makanan yg kami pesan sudah datang, “untung makanannya sudah datang?”, batin kyu. “masitge deuseyo (selamat menikmati”, kata ahjumma itu. “jal meokgesseumnida”, kata kami berdua. “kajja, kita makan”, ajak kyu. kamipun makan siang bersama. setelah sekian lama tidak bertemu.

“kau tidak berubah ya?”, tanya kyu. “begitukah”, kataku dengan ucapan menggoda. kyu tersipu malu. kulihat kyu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. “ini untukmu”, dia menyerahkan sebuah kado untukku. “apa ini oppa?”, kataku. “bukalah”, pintanya. aku membuka kado itu, ternyata berisi kalung liontin berinisal namaku. “apa ini oppa?”, kataku terkejut. “saengil chukha hamnida, park sul hwa”, katanya. “OMO, apa hari ini ulang tahunku oppa?”, tanyaku bingung. “Ne~ kau lupa dengan ulang tahunmu?”, tanyanya. “Ne~”, kataku polos. kyu tertawa terbahak-bahak. aku memang tidak peduli kapan aku dilahirkan, toh percuma saja bagiku. “Sul hwa-ah”, kata2 kyu terhenti saat siwon tiba2 muncul.

“Chagi, kau ada disini?”, tanyanya. “Ne~”, kataku. “kau bersamanya”, tanyanya lagi. aku diam, dia duduk disebelahku & mencium pipiku. kulihat kyu terlihat marah. “oh ya cho-ssi, yeoja yg ada didepanmu sekarang adalah yeojachinguku jadi aku harap kau tidak berusaha merebut dia dariku”, kata siwon sinis. “masih belum menjadi istrimukan?”, jawab kyu gak kalah sinis.  aku menjadi pusing melihat mereka berdua. “apa ini chagi, hadiah?”, tanyanya padaku. “Ne~”kataku. “aish, kau tidak tahu kalau kekasihmu hari ini ulang tahun, kasian sekali kau?”, kata kyu sinis. kulihat siwon mulai naik darah. “benarkah itu chagi”, tanyanya, aku hanya diam. “kalau begitu”, tiba2 siwon memegang tanganku & menyeret aku pergi. kulihat kyu hanya tercengang melihatnya.

#part 28

ternyata aku diajak ke salah departement store di seoul...

aku diseret siwon ke salah satu toko baju di departement store, aku merasa kaget kenapa toko ini sepi sekali?. “kau kaget”, tanyanya. aku mengangguk. “aku sudah membooking tempat ini, jadi pilihlah baju yg kau suka”, kata siwon. “Mwo”, kataku tercengang. “ayo nona ikut kami”, kata kepala pelayan. aku langsung diseret ke tempat baju. setelah membeli baju, siwon mengajakku ke salon. “aku akan merubahmu menjadi cinderella”, kata siwon siwon semangat. “OMO na....”, kataku.

melihat perubahanku, siwon merasa terpana. dia tidak menyangka kalau aku bisa berubah menjadi sedemikan cantik (kan emang aku sudah cantik). tak henti2nya dia menatapku. “aish,,, jangan liat aku seperti itu”, kataku malu2. “neomu yeppo sul hwa-ah, (kau begitu cantik sul hwa-ah)”, kata siwon. “nado arro (aku tahu)”, jawabku. “kamu orang kedua hari ini yg bilang aku cantik”, kataku pamer. “ish,,, jangan2 namja itu yg pertama bilang kamu,” tanyanya penasaran. aku hanya tersenyum evil. “yakkk.... kau”, teriak siwon. dia memegang tanganku, “ayo kita makan malam”, ajaknya. lagi2 aku diseret-seret. “kita mau kemana siwon-ssi”, tanyaku. “aku kan sudah bilang panggil aku oppa?”, katanya meninggi. “Ne~ Ne~ Arraso”, kataku.
di restoran makanan perancis, (#jiah admin juga mau di ajak kesitu)

“lagi2 tempat ini sepi”, kataku. “jangan2 kau”, tanyaku selidik. siwon oppa Cuma tersenyum evil. “duduklah” pintanya. dia memang seorang gentleman. makanan yg kami belum pesan, ternyata sudah dipesan (#nah lo) datang. “makanlah”, pintanya. aku pun memulai memakan makanan mewah ini. “gajiku saja tidak cukup, kecuali kalau pakai uang keluargaku”, ucapku dalam hati. saat aku memakan hati angsa / foie gras, tiba2 ada yg nyangkut di gigiku. saat ku keluarkan ternyata cincin. “ini cincin apa?”, tanyaku polos ke siwon. siwon hanya tersenyum & menghampiri kursiku. dia berlutut sambil memegang tanganku, “MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU”, pintanya (#backsound MARRY U – SUPER JUNIOR). aku hanya diam, terlihat sangat bodoh. “MWO, WAEYO”, tanyaku. “kau benar2 pabbo”, katanya. “MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU”, pintanya lagi. “bisakah aku memikirkannya lagi”, tanyaku. “apa kau tidak mau menikah denganku”, tanyanya, dia menatapku mencari jawaban dariku. aku langsung berdiri. “aku mau memikirkanya lagi”, kataku, saat aku mau pergi. siwon menarik tanganku. “apa kau masih mencintai namja itu”, tanyanya. “aku tidak tau tentang perasaanku sekarang”, jawabku. “mianhaeyo”, kataku lagi melepas tangan siwon.

saat di jalan aku menangis, aku merasa bingung dengan perasaanku sendiri. “Tuhan apa yg aku harus lakukan”, kataku memohon.

#part 29

keesokan harinya,

beeep beep beeep, hp ku bergetar. “ehmmmm.. hoammmm”, mendengar suara getaran dari hp. “ternyata sungmin oppa yg telepon”, kataku setengah mengantuk. “yakkkk... oppa kenapa pagi2 sudah menggangguku, ini kan jatah liburku”, teriakku. “yakkk... kau lupa hari ini ada acara oubound di kantor”, balasnya teriak. aku langsung terdiam. “jinjja (sungguh)”, kataku tak percaya. “kau tidak tahu”, tanyanya lagi. “molla”, kataku. “baiklah aku ke kantor sekarang”, beep aku mematikan telepon. “gawat aku harus ke kantor, aku tidak mau dimarahin lee-ssi”, kataku buru2.

di kantor,

“untung tidak terlambat”, kataku terengah-engah. “kau sudah datang”, kata donghae. “kelihatan lelah sekali”, kata Chae ri. PLETAK, tiba2 kepalaku dipukul “yakkkk... oppa kenapa memukul aku”, kataku marah2 ke sungmin. “karena kau bersikap tidak hormat padaku”, kata sungmin nyantai. aku mendengus, “UHHH”.  “kenapa kalian pagi2 sudah ribut, aku cemburu dengan pertengkaran kalian”, kata seorang namja yg tiba2 datang. “BOSSS”, ujar mereka kompak. “OMO, itukan Kyu oppa. kenapa dia ada disini”, tanyaku dalam hati. kyuhyun langsung melihatku, aku langsung salah tingkah dibuatnya. “Kenapa bos disini?”, tanya chae ri. “aku kan juga karyawan disini jadi boleh dunk kalau ikut kalian”, katanya nyantai. suasana menjadi canggung lagi. apa ini takdir atau tidak, kyuhyun duduk disebalahku dalam bus. membuatku merasa sangat canggung. aku memutuskan untuk diam saja.

sesampainya di lokasi. lokasi outbound diluar kota seoul, lumayan jauh sekitar 5 jam dari kota.
“ARGGGHHHHH... badanku”, turun dari bus aku langsung merenggangkan badan. “hari ini jadwal bebas kalian”, kata lee-ssi. “YES,,,,,”, kataku senang. “kau kelihatan senang sekali”, kata chae ri. aku hanya tersenyum. “Kajja, kita ke kamar eonni. aku mau tidur dulu”, kataku ke chae ri. “dasar kau tukang tidur”, goda chae ri.

#part 30

bangun tidur tak terasa sudah malam, kulihat chae ri tidak di kamar. “mereka pasti sudah makan malam”, kataku. aku langsung mandi & menyusul mereka di restoran.

“OPPA EONNI”, teriakku. “cepat ambil makananmu”, perintah sungmin. aku langsung mengangguk. setibanya di meja mereka. “duduklah”, perintah chae ri. aku langsung menurut. “kami ingin bertanya padamu”, kata donghae. “ehmm”, kataku sambil mengunyah makanan. “aku mau tanya, apa benar kamu pacaran dengan siwon artis hallyu itu”, tanyanya lugas. makanan yg aku kunyah langsung kusembur. “mian mian”, kataku. aku langsung mengambil minumanku. “kenapa oppa & eonni tanya itu?”, kataku berbalik tanya. “karena beritamu sudah tersebar kemana-mana, tiap hari kantor diteror terus”, kata chae ri. “Jinjja, apa sampai seperti itu. aku tidak ada hubungan apa2 eonni dengan namja bernama siwon, dianya saja yg terlalu memaksaku”, kataku frustasi. “seperti itu”, kata sungmin meminta kebenaran. aku hanya mengangguk kencang. “sudah sudah kita makan dulu”, kata donghae menetralkan.
besok harinya,

“apa kalian sudah berkumpul”, kata lee-ssi. “NE~”, jawab kami kompak. “Hari ini kita hiking bersama”, kata lee-ssi. “siapa tercepat yg sampai diatas, dia akan mendapat hadiah”, kata lee-ssi semangat. “HWAITING”, jawab kami kompak. aku berjalan mendahului mereka, langkah kakiku memang panjang jadi bisa cepat berjalan. “asyik dapat hadiah, tahun kemarin hadiahnya mobil. hari ini apa ya?”, pikirku menerawang. tanpa sadar aku meninggalkan teman2ku terlalu jauh. “aku dimana sekarang”, aku menoleh kanan kiri tapi disini sepi sekali. “OMO aku tersesat”, kataku panik. “aku harus menelepon”, kataku lagi. aku merogoh kantung2 di bajuku & membongkar tas yg aku bawa hasilnya nihil, saat kuinggat. “OMO hp ku ketinggalan di kamar”, aku langsung panik.

aku benar2 di buat panik. aku tambah panik lagi saat tiba2 ada suara KRESEK KRESEK di belakangku. karena takutnya aku langsung berlari, orang yg dibelakangku juga mengejar. “AKU MAU DIBUNUH AKU MAU DIBUNUH”, itu yg terlintas di kepalaku. seperti akting di film thriller, aku berlari terus dengan pikiran seperti itu. “aku mau hidup aku mau hidup”, pikirku. saat aku menghindari orang itu “AWAS,,,,” “ARRRGHHHHGGRRRRHHH”.

#part 31

“ARRRRGGGHHHHARRGGGHHH”, aku terperosok ke jurang bersama orang yg mengejarku. aku langsung pingsan.

aku bangun dari pingsanku, “kau sudah bangun”, tanya orang itu. terdengar suara namja. “OMO OPPA, akkkkkhh”, kataku sambil memegang tangan kananku yg sakit. “jangan bergerak dulu”, pintanya. Dia adalah kyuhyun. “Jadi oppa yg mengejarku tadi”, tanyaku penasaran. “iya, kenapa kau langsung berlari seperti itu?”, tanyanya. aku langsung memukul tangan kyuhyun, dia langsung meringis. ternyata dia juga terluka seperti aku. “oppa tau aku panik sekali, seperti di film thriller. aku kira bakal dibunuh”, kataku parno. “liat ini appo oppa”, kataku memerlihatkan luka gara2 jatuh dari jurang tadi.”HAHHHHAHHAAAA”, kyuhyun langsung tertawa. “oppa harus telepon orang, kalau kita disini”, pintaku ketakutan. “neol museowo?? (kau takut?)”, tanyanya. “Ne~”, kataku mengangguk. “ternyata kau tidak berubah hwa-ah, tetap takut dalam gelap”, godannya. aku mengflasback kejadian 15 tahun lalu.aku ingat sewaktu kecil saat aku terlibat dalam kecelakaan kedua orang tuaku. tubuhku terjepit di sela2 mobil, suasana gelap & aku melihat darah dimana-mana. sejak saat itu aku sangat takut dengan tempat gelap & sempit. flash back end.

kyuhyun melihat kepanikanku dia langsung menelepon orang disebarang sana. “cepatlah kami tunggu”, beep dia mematikan telepon. “bagaimana?”, tanyaku. “bantuan segera datang. tenanglah”, katanya menenangkan. dia memberi jaketnya padaku, tapi aku menolaknya. akhirnya jaket itu kami pakai berdua. “aku ingin cerita banyak padamu”, kata kyu memecah keheningan. aku hanya diam. “kau harus tahu, aku menyukaimu sejak 12 tahun yg lalu”, katanya menerawang. “MWO, 12 tahun lalu. bukannya kita mengenal 10 tahun yg lalu”, kataku kaget. “kau salah hwa-ah, kau ingat kejadian saat kau menyelamatkan seorang namja yg jatuh dari sungai & hampir mati tenggelam”, tanya kyuhyun. aku berusaha mengingat, iya benar aku pernah menolong seseorang yg hampir tenggelam. “jangan jangan”, tebakku.

“Ne~ itu aku, aku namja yg pernah kau tolong itu. darisitu aku menyukaimu & mencarimu. sampai akhirnya takdir mempertemukan kita lagi. aku berjanji akan selalu bersamamu”, katanya. kata2 itu menyentuh hatiku, aku merasa terharu mendengarnya. “MIANHAE, aku sudah melanggar janjiku. aku sudah melukai perasaanmu. kau tau melihatmu menangis seperti itu, rasanya aku sesak. saat kau pergi hatiku sakit sekali ingin rasanya aku mau mati”, katanya sesak. aku hanya menahan tangisku. “sampai akhirnya Tuhan mengijinkan bertemu denganmu kembali disini, aku akan berusaha mengahapus lukamu (kyu memegang tanganku, walau terasa sakit aku membiarkannya). kita perbaiki semua”, katanya bersungguh-sungguh. aku melihat sorot mata yg selama ini aku rindukan. entah siap yg memulai kami mulai berciuman (#admin juga pengen dicium kyu oppa *plak). aku membalas ciumannya. “SARANGHAE PARK SUL HWA”, bisiknya padaku. “NADO SARANGHAE”, kataku ke kyuhyun,aku tidak bisa berbohong, aku masih sangat mencintainya, walau aku pernah sakit dibuatnya. setelah itu kami berciuman lagi.(#admin ngiler)
tiba2 ada cahaya yg menyorot kami, kami melepas ciuman kami. “SIWON”, kataku terkaget.

#part 32

aku kaget tiba2 siwon datang ke arah kami. “Siwon-ssi”, kataku mendesis. siwon berlari ke arahku. “kau tidak apa2, apa kau terluka”, tanyanya khawatir. aku hanya diam, sesekali melirik kyuhyun. “kau sakit”, tanyanya lagi. “coba aku lihat”. siwon tahu kalau aku banyak luka, dia langsung menggendongku membawaku pergi ke suatu tempat. kulihat kyuhyun juga ditolong oleh lee-ssi.

tiba di klinik.

kakiku, tangan, & kepalaku sudah pendapat perawatan dari uisa. “untung hanya lecet saja, tidak ada luka yg terlalu serius, dia hanya butuh istirahat”, kata uisa tersebut. “gamshamnida”, kata siwon. uisa yg merawatku pergi. “YakkkkKK, apa yg kau lakukan di hutan”, siwon memarahiku. “yak... kenapa kau harus teriak2”, gantian aku yg marah. “terus kenapa kau tidak membawa hp mu?”, tanya siwon meninggi sambil melempar hp ke arahmu, dengan cekatan aku menangkapnya. “kenapa kau melempar hp ku”, nadaku ikut meninggi. sebenarnya malu juga teriak2 di klinik. tiba2 siwon duduk disebelahku. “kau tahu aku mengkhawatirkanmu (sambil memegang tanganmu), aku berusaha meneleponmu tapi kenapa kau tidak mau mengangkatnya”, kata siwon dengan tatapan penuh kekhawatiran. tapi aku hanya diam. “untung tadi temanmu mengangkatnya jadi aku tau ternyata kau hilang di hutan, kau tau aku meninggalkan pekerjaanku disana demi mencarimu disini”, kata siwon frustasi.

aku hanya diam, melihat aku diam siwon berdiri & berjalan menuju jendela. aku melihat ekspresi rasa kekhawatiran yg dalam. “aku takut kehilanganmu hwa-ah”, katanya lagi. aku beranjak dari tempat tidur. “kau mau kemana?”, tanyanya. “aku mau ke wc, kau mau ikut”, kataku. “aish,,, sempat2nya kita bicara serius, kau malah bercanda”, kata siwon mendesis. “aku tidak bercanda OPPA SIWON-SSI”, kataku menegaskan. aku pergi keluar.

karena wc di klinik ini ada di luar. otomatis aku harus berjalan keluar, meski sedikit perih. sesampainya di pintu depan, ada mobil sedan berhenti di depanku & membuatku kaget. keluar dua orang namja bertunuh besar. tiba mereka menyerangku membungkam mulutku. “UPPHTTTT”, kataku. aku berusaha melepas tangannya, “TOLONG”, teriakku. salah satu namja itu memberi obat bius, sehingga membuatku pingsan.
siwon yg mendengar teriakan itu langsung keluar, dia terlambat. mobilnya sudah terlalu jauh untuk dikejar.

#part 33

“aku ada dimana”, tanyaku setelah tersadar dari pingsanku. badanku diikat, hingga tak dapat bergerak ini membuatku luka ku makin parah. “kau sudah bangun”, tanya seorang yeoja. “ehmmm”, aku melihatnya samar2 karena tempat ini gelap. saat benar2 tersadar “HAN SO YEON”, kata terkejut. “Ne~ itu aku”, jawabnya. di mendatangiku dengan membawa pisau ditangannya. pisau itu di arahkan ke wajahku. “kau tau aku melakukan ini untuk apa”, katanya memegang wajahku mengarahkan pisaunya ke atas ke bawah (#admin ikut ngeri juga). “molla, aku tak tau maumu apa so yeon-ssi”, kataku tegang. “KAU TAK TAU HA...”, dengan nada meninggi. “KAU BERANI SEKALI MEREBUT SIWON OPPA DARI TANGANKU, KAU INGIN MATI HA...”, katanya mengancam. “tak akan kubiarkan kau hidup park sul hwa, dari awal seharusnya aku menyingkirkanmu”, kata so yeon merendah. mataku mau keluar melihatnya marah seperti ini, penuh kebencian perasaan itu yg aku tangkap.

BRAKKK suara pintu terdobrak. aku lihat siwon & kyuhyun oppa datang, mereka mau menolongku. mereka berdua berantem dengan bodyguard han so yeon. untunglah mereka dapat mengalahkan pengawal itu. melihat itu han so yeon langsung mengarahkan pisau ke kepalaku. “KALIAN JANGAN MENDEKAT, ATAU YEOJA INI MATI”, katanya mengancam. mereka tidak menyerah & mencoba menenangkan. “BAGAIMANA KALIAN BISA TAU KEBERADAAN DIA DISINI”, tanya so yeon. “APA KAU TIDAK MENGENAL TEKNOLOGI GPS”, kata kyuhyun, mereka melacakku lewat gps yg ada di hpku. “KUMOHON LEPASKAN DIA, KAU HANYA MENGINGINKAN AKUKAN”, kata siwon. “ANIYO, AKU TIDAK MAU MELEPASKANYA”, kata so yeon bersikeras. “DIA HARUS MATI”, kata so yeon frustasi. siwon mendekati han so yeon, terjadi perebutan senjata oleh siwon & han so yeon. kyuhyun langsung tanggap melepaskan ikatan dari tubuhku. aku langsung memeluknya, ketika ikatan terlepas. “Kajja, kita pergi”, ajak kyuhyun. “Ani, oppa kita harus menyelamatkan siwon oppa”, kataku. “polisi akan segera datang, pergilah biar aku menyelamatkan siwon”, pinta kyuhyun. aku hanya diam. tiba2 JLEBBB, ada yg tertusuk. aku melihatnya langsung teriak histeris “OPPA...”. aku melihat siwon tertusuk, tubuhnya penuh dengan darah, aku berlari ke arahnya. aku melihat so yeon terkejut, dia melempar pisau ke lantai. dari luar terdengar sirine polisi, han so yeon pergi meninggalkan kami.

menuju ke rumah sakit. “oppa bertahanlah, JEBAL”, pintaku. siwon masih tersadar dia memgeng wajahku dengan tangan yg penuh darah. kyuhyun yg berada disampingku hanya diam.

 “harus segera dioperasi, pendarahannya cukup hebat. luka yg didapat cukup dalam”, kata seorang uisa. “aku mohon, selamatkan dia”, kataku penuh khawatir. aku menunggu hampir 3 jam, operasi belum selesai2. aku menjadi tambah panik dibuatnya. kyuhyun mencoba menenangkanku. saat lampu kamar operasi berubah. “ottoke, keadaan siwon-ssi”, tanyaku pada uisa. “tenanglah, dia baik2 saja. untunglah pendarahannya bisa dihentikan”, kata uisa. “apa kita sudah dapat menemuinya”, kata kyuhyun. “Ne~ dia sudah ada dikamarnya”, kata uisa. kami pun bergegas menuju kamar perawatan siwon.

#part 34

di kamar perawatan.

aku melihat siwon terbaring lemah, masih keluar darah dari luka tusukan itu. aku mendekatinya, duduk disebelahnya, memegang tangannya. “oppa kumohon bangunlah”, bisikku ke telinga siwon. siwon tetap tidak bereaksi.

beberapa hari aku di rumah sakit, menunggu siwon sadar. tetapi hasilnya nihil, siwon tetap koma. aku merasa sangat bersalah kepada siwon. “kyu oppa, kau datang”, kataku saat kulihat kyuhyun mendekati aku. “pulanglah, kau sudah beberapa hari tidak pulang”, pinta kyu. “ani, oppa. aku akan tetap menunggu sampai siwon sadar”, kataku. “Oppa”, kataku. “Ne~”, jawabnya. “bisakah kita bicara sebentar”, kataku serius. “Ne~”, jawabnya penuh keheranan. “tapi tidak disini, kita keluar dahulu”, pintaku.

di taman rumah sakit.

“neon gwaenjhanasaeyo??”, katanya. ““naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo”, kataku. ““geugeoseun mueoseuniga (ada apa)”, tanyanya. “Oppa, aku akan menikah dengan siwon-ssi”, kataku to the point. “gotjimal! Pasti ada alasannya, malhaebwa (katakan padaku)”, tanya kyuhyun. “aku sudah berpikir tentang ini, aku rasa kita memang tidak ditakdirkan bersama”, jawabku. sepertinya emosi kyuhyun memuncak, “Nal bwao (tatap aku)”, pintanya. akupun menatap matanya menunjukan ekspresi kesungguhanku. “malhae (katakan), kau hanya bercanda bukan”, mintanya. “ani oppa, aku serius”, kataku. kyuhyun melepaskan tangannya. “kau hanya merasa kasian padanya”, katanya mengejek. “oppa aku serius dengan semua perkataanku”, kataku & segera aku meninggalkan kyuhyun ditaman. “'SEKYA”, teriaknya sambil menendang pot disitu. aku hanya menangis “MIANHAE OPPA”, kataku dalam hati & berjalan pergi.

aku kembali ke kamar siwon. aku mendekati siwon dan berbisik “oppa bangunlah, aku akan menikah denganmu”, bisikku. aku mengucapkan itu menahan rasa perih di hati. entah bagai mantra kata2ku tadi direspon olehnya. kulihat tangan siwon bergerak, aku cepat2 memanggil uisa. siwon tersadar, aku menangis haru. “dia sudah tidak apa2 sul hwa-ssi”, kata uisa. aku mendekatinya. “kau bersungguh-sungguh atau hanya mimpi”, tanyanya. “aku bersungguh2 oppa”, kataku sambil menangis.

tak berselang lama, kami menyiapkan pesta pernikahan kami. untung semua dapat berjalan lancar. walau sakit tapi aku harus melakukannya, aku meyakinkan diriku sendiri. “kau cantik dengan gaun itu hwa-ah, apa kau sudah siap hwa-ah”, tanya ahjummaku, beliau jauh2 datang dari Indonesia untuk menemuiku. “Ne~”, kataku menangis. ahjumma datang memelukku, aku tidak tau perasaanku sekarang aku bingung. “ahjumma, bisakah saya bicara sebentar dengan calon istri saya”, pinta siwon tiba2 datang. ahjumma meninggalkan kami berdua.

“kau bahagia”, tanyanya. “ak,,,,aku bahagia”, aku berusaha menutupi perasaanku. tiba2 dia mengambil buket bungaku & mengancurkannya, dia menyeretku keluar dari gedung. “oppa wae”, tanyaku, tapi tetap saja dia menyeretku.  “pergilah, kau hanya kasian padaku. kau tidak bersungguh-sungguh”, katanya. “aku sudah bosan padamu pergilah”, usirnya & meninggalkan sul hwa. sebenarnya siwon merasa sakit tapi juga merasa lega, “aku bisa melupakan sul hwa-ah, meski aku harus mencintaimu seumur hidupku”, katanya.

aku meninggalkan lokasi, saat akan menyebarang. ada mobil berkecepatan tinggi ingin menabrakku, tetapi BRAKKKKK, saat kulihat “OPPA”, teriakku histeris. aku melihat kyuhyun tertabrak, aku langsung berlari menghampiri. mobil yg ingin mencelakaiku oleng & menabrak pembatas, mobil itu terbalik. aku liat seorang yeoja yg terpental, yeoja itu adalah han so yeon, dia meninggal seketika di lokasi kejadian. aku beralih ke kyuhyun, “OPPA SADARLAH, OPPA...”, teriakku histeris. kulihat kyuhyun tidak bergerak.

berbulan-bulan kemudian, aku meninggalkan seoul sementara untuk menghilangkan rasa sakit yg ada dihati.
“waeyo kau disini, disini sangat dingin”, tanya seorang namja. “Oppa siwon, waeyo oppa juga disini?”, aku berbalik bertanya. siwon hanya tersenyum & duduk disampingku. “aku akan menunggu matahari terbenam denganmu disini”, katanya menggoda. “aishhh, oppa”, kataku tersenyum. “HEI YG KATANYA BINTANG HALLYU, KENAPA KAU BERANI-BERANI MENGGODA..”,

last part #part 35

flashback

“OPPA, SADARLAH”, melihat tubuh kyuhyun yg tidak bergerak membuatku ketakutan setengah mati. untung siwon segera datang & menolong kyuhyun. sesampainya di rumah sakit seoul, kyuhyun langsung segera dioperasi, kalau tidak nyawanya tidak bisa diselamatkan. aku menunggunya sampai selesai operasi. aku sangat ketakutan harus kehilangan kyuhyun lagi. “sudah cukup aku pernah kehilanganmu kedua orang tuaku & pernah kehilangganmu oppa, ku mohon hiduplah untukku”, pintaku menangis. siwon memegang punggungku, chae ri, donghae, sungmin, ahjumma mencoba menenangkanku. “Tabahlah”, kata mereka. aku terus menangis. saat lampu operasi berubah, keluar seorang uisa & aku menghampirinya. “bagaimana keadaannya uisa?”, tanyaku khawatir. “kalian hanya bisa berdoa saja, untuk kesembuhan cho-ssi. karena luka yg diterima cukup parah. beberapa tulung rusuk & kaki patah. terjadi pendarahan dalam”, kata uisa tersebut. kepalaku terasa pening & pingsan setelah mendengar kata2 uisa tersebut.

“ehhmmmm”, “akhirnya kau bangun hwa-ah”, kata ahjumma. aku langsung terbangun & bergegas menuju kamar kyuhyun. “kau masih sakit hwa-ah, istirahatlah”, pinta ahjumma. aku tidak memedulikan, selang infus yg berada di tanganku, aku lepas & bergegas menuju kamar kyuhyun. “oppa”, aku mulai menangis lagi melihat kyuhyun koma seperti ini. aku mendekatinya. “KUMOHON OPPA JANGAN TINGGALKAN AKU LAGI”, pintaku. tapi kyuhyun tetap tertidur.

ini hampir 40 hari kyuhyun koma, aku tertidur disisi ranjang kyuhyun. tiba2 ada tangan yg membelai rambutku, akupun terbangun dibuatnya. “OPPA, kau sudah sadar”, aku tersenyum bahagia. “Terima Kasih Tuhan kau telah mengembalikan Kyuhyun kepadaku lagi”, kataku didepannya. “kau bahagia”, katanya menggoda. “Ne~, neomu neomu bahagia”, kataku tersenyum sambil menangis. “aku mau memanggil uisa oppa”, kataku. saat aku beranjak pergi tangannya memegangku, “tinggalah disini, jangan tinggalkan aku chagi”, katanya tersenyum. “peluk aku”, pintanya. seperti tersihir, aku langsung memeluknya.

tak berapa lama Kyuhyun sembuh, dia mengajakku ke restoran ramen yg dulu aku pernah kesana dengannya. di dalam restoran dia membuat kejutan untuku, dia melamarku, “WOULD YOU MARRY ME”, pintanya. “I DO”, kataku. kami pun melaksanakan pernikahan kami, di pinggir pantai yg indah. dimana itu tempat impian kami menikah dahulu. aku menjadi wanita paling bahagia di dunia. saat di altar pernikahan “neomu yeppo chagiya”, godanya. aku hanya tersenyum. setelah upacara selesai kita melakukan wedding kiss (#admin iri lagi pengen dicium juga). semua orang bahagia, termasuk kita berdua merasa sangat sangat sangat bahagia.

flashback end

“HEI YG KATANYA BINTANG HALLYU, KENAPA KAU BERANI-BERANI MENGGODA ISTRIKU”, kata seorang namja. ya, siapa lagi namja itu. dia adalah kyuhyun. dia mendekati kami, mengambil posisi ditengah-tengah. “kau jangan menggoda istriku ne~”, katanya menasehati siwon. siwon hanya tertawa, akupun tersenyum. “kenapa kalian tertawa hei...”, katanya kesal. “oppa kau lucu sekali”, kataku. “chagi”, katanya merengek supaya tidak ditertawakan. “okey okey aku pergi (siwon berdiri), hwa-ah kalau suamimu macam2 padamu lagi, tuntulah perceraian & menikah denganku”, godanya. kulihat kyuhyun langsung berdiri, siwon langsung berlari takut ditonjok kyuhyun. aku yg melihat hanya tertawa lihat tingkah mereka. kyuhyun dudukl lagi “SIALAN TUCH ORANG, MAKIN NGELUNJAK AJA”, katanya kesal. aku langsung merangkul tangan kyuhyun, melihat sikap manjaku kyuhyun langsung memelukku mencium kepalaku. “Oppa ayo kita jalan2”, ajakku.

kami menikmati sore ini, melihat matahari terbenam bersama. “OPPA, kau percaya takdir”, tanyaku tiba2. “Mwo, wae kamu tanya seperti itu”, tanyanya balik. “jawab pertanyaanku oppa”, kataku. kyuhyun mengehentikan langkahnya. dia memandangku dengan tatapan tajam, tiba2 dia tersenyum. “aku percaya”, bisiknya. “kapan?”, tanyaku. “kalau kau ingin jawaban, cium aku dulu”, godanya sambil memegang bibirnya. akupun langsung mencium bibirnya sekilas. dia hanya tersenyum. “Mwo?”, tanyaku. memegang kedua tanganku. “aku percaya takdir saat aku bertemu denganmu, saat aku mencintaimu”, katanya mantap. “kau tau kaulah segalanya bagi hidupku jadi kumohon tinggalah disisiku selamanya CHAGIYA”, pintanya. aku tersenyum mendengar kata2nya.

dia menciumku lagi & berlari pergi. aku mengejarnya dengan senyum bahagia di pipiku. “NEOMU NEOMU SARANGHAE PARK SUL HWA”, teriaknya. “NADO SARANGHAE CHO KYUHYUN”, teriakku.
“Terima kasih Tuhan memberiku takdir yg luar biasa, terima kasih”, kataku. tiba2 perutku mual. kyuhyun mendekatiku. “kau kenapa?”, tanyanya. aku memberi hadiah dari kantong celanaku. tiba2 senyum bahagia terukir di pipinya. “YEAH... sebentar lagi aku menjadi appa”, teriaknya bahagia

_END_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar