super junior

super junior

Minggu, 21 Oktober 2012

FATED TO LOVE YOU PART 11-20


TITLE : FATED TO LOVE YOU
AUTHOR : PIET (~KYUPIET~) follow @park_kyupiet90
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST


Tolong banget untuk para readers, boleh dibaca bukan  untuk di copy / di duplikat. tolong hargai saya selaku penulis. terima kasih

#part 11

aku mengikuti orang itu dari belakang, karena merasa diikuti diapun berlari. “aku tahu, pasti dia”, kataku ikut berlari juga. dia tiba2 menoleh & langsung berjalan ke arahku. akupun menjadi panik. “kenapa kau mengikutiku”, kata namja itu. aku kaget sekali dia bertanya seperti itu. “aku hanya ingin mewawancarimu choi siwon-ssi”, kataku. yup benar itu memang choi siwon, meski dia menyamar pasti aku tau kalo itu dia. “kau tau aku’, katanya. “ne, siwon-ssi meski kau menyamar pasti ketahuan. tiba2 angin berhembus, topi yg dia pakai terbang. orang2 disekitar itu menyadari bahwa di depan mereka ada artis top korea saat ini, bagaikan semut yg melihat gula, mereka berlari menuju arah kami. karena aku panik, langsung saja aku menarik tangannya untuk lari dari tempat itu.

hosh hosh hosh, suara napas kami yg tidak beraturan. ini semua gara2 menghindari fans choi siwon. kami berdua bersembunyi di sebuah rumah tua yg ditinggal pemiliknya. “sementara ini kita aman,”, kataku sambil nafas tersengal. aku liat choi siwon mengatur nafasnya. “gomawo”, katanya. “ne...”, kataku. “sebaiknya kau menghubungi managermu, kurasa ini belum aman”, kataku lagi. siwon langsung mengambil hpnya & menghubungi managernya. aku terduduk lemas setelah berlari seperti itu. tiba2 hujan turun dibarengi petir, JEDARRR suara petir menggelegar. aku yg takut petir langsung memeluk siwon disebelahku. entah kenapa, tiba2 siwon memelukku. saat kulihat dia tertidur sambil memelukku. aku melihat wajahnya, “tampan juga, seperti angel”, batinku

#part 12

kami menunggu hampir 3 jam, sampai siwon terbangun. “kau sudah bangun”, tanyaku. “ne...”, katanya sambil mengucek matanya. “seperti anak kecil”, kataku dalam hati. “lama sekali jemputanmu siwon-ssi”, kataku padanya. dia melihat hpnya, tp baterai di hpnya habis. “aku boleh pinjam hp mu”, tanyanya. aku meminjamkan hp ku padanya. dia terlihat menelpon seseorang. tak lama kemudian manager siwon datang.

“kau mau aku antarkan pulang”, tanyanya. “ani, aku harus ke kantor lagi”, tolakku. “baiklah”, katanya sambil mengembalikan hpku. “nama mu siapa?”, tanyanya. “park sul hwa dari majalah FREE STYLE”, jawabku. “OH,,,,”, katanya ber-oh ria. “SIWON-SSI, KAJJA masuk ke van”, kata managernya. “oke hyung...”, katanya. dia meninggalkanku. “waktunya aku pergi dari sini”, kataku dalam hati. “aeygo, aku lupa telepon sungmin oppa”, kataku, aku langsung mengambil hp ku yg ada di tas ku. saat mau menelepon, tiba2.... CITTTTTTTT suara rem yg amat keras, aku sangat kaget. aku nyaris jadi korban kecelakaan. hpku terjatuh, akhirnya aku mengambilnya. setelah ku ambil, saat aku lihat ke arah mobil. aku kenal wajah itu, “OPPA”, kataku kaget. namja yg berada di dalam mobilpun keluar. entah kenapa saat dia keluar, aku malah berlari meninggalkannya.

#part 13

aku berlari menjauhi mobil itu, tanpa menoleh ke belakang. aku merasa lelah untuk hari ini, jadi kuputuskan untuk pulang. sesampainya di rumah aku langsung tertidur di lantai rumahku. meski udara dingin, entah kenapa di lantai rumahku terasa hangat. sangat hangat seperti dipeluk kedua orang tuaku. “air mataku menetes lagi”, kataku dalam hati.

keeseokan harinya,

“hwa-ssi bangun, hwa-ssi bangun”, kata hye na. hye na kaget sewaktu dia datang & melihatku tertidur di lantai. (hye na dia pelayanku, tetapi tidak tinggal bersamaku). “ehmmm”, kataku bergumam. “hwa-ssi bangun. apa anda tidak bekerja hari ini”, katanya. “ini jam berapa?”, tanyaku. “sudah hampir jam 9”, kata hye na. mendengar itu mataku langsung melotot. “astaga aku terlambat”, kataku langsung berlari menuju ke kamar mandi, tanpa sarapan terlebih dahulu. biar lebih cepat aku naik mobil saja.

sesampainya di kantor,

“oppa, apa pak lee sudah datang”, kataku mengkagetkan donghae. “sepertinya belum, katanya ada rapat diluar”,kata donghae. “aku denger ada pergantian direktur majalah yg baru”, kata donghae. “masa...”, kataku sambil menuju mejaku. “park sul hwa, kamu kemarin menghilang kemana?”, teriak sungmin, sepertinya dia juga baru datang. “aku mencarimu, aku telepon tapi hp mu juga gak kamu angkat”, katanya kesal. “oppa sungmin, mian ne.... kemarin aku tiba2 ninggalin kamu sendirian”, kataku menyesal. “emangnya kamu menghilang kemana?”, tanya donghae. “anni... itu rahasia”, kataku tersenyum evil. tiba2 chae ri eonni datang. “hei kalian jangan rapat sendiri, kita sudah ditunggu di ruang pertemuan”, katanya. “emangnya ada apa eon?”, tanyaku. “ayo cepatlah, nanti kamu tau sendiri”, katanya. ehm... ada apa ya?

#part 14

tiba di ruang pertemuan, “sepertinya semua divisi ada disini?”, kataku berbisik. “ iya, liat ruangan ini menjadi penuh”, kata sungmin. “sepertinya hari ini direktur datang”, kata chae ri. donghae hanya diam saja.

tes tes tes... “apa semua berkumpul?”, tanya pak lee, “ne”, jawab kami seenaknya. “kalian tau, kalian dikumpulkan disini dengan tujuan perusahaan kita akan mengenalkan direktur baru”, kata lee-ssi. langsung suasana menjadi hening. “ jadi ini dia direktur baru kita. cho kyuhyun-ssi, silakan anda memberi sambutan”, kata pak lee. aku tidak terlalu memperhatikan, tapi ketika nama itu disebut aku langsung menoleh ke arah panggung. terlihat sosok yg sangat aku kenal, namja yg aku temui saat dia mau menabrakku kemarin, ya namja yg pernah menemaniku selama 5 tahun, itu benar cho kyuhyun. aku tidak bisa melupakan namja itu. tiba2 airmataku menetes. sungmin yg berada di sebelahku bertanya “ ada hwa-ah  kenapa kau menangis, apa segitu terharunya, kau itu sama saja dengan yeoja yg lain, liat namja tampan langsung terkesima”, katanya kesal. “anni, oppa... mataku hanya kemasukan debu saja”, elakku. “kau bohong”, tanyanya gak percaya. “terserah oppa lah?”, kataku kesal. sebenarnya aku tidak kuat berada di satu ruangan, satu udara dengan dia. dadaku terasa sesak.

kulihat dia memperhatikan sekeliling, entah kenapa dia seperti menemukanku. kami bertatapan satu sama lain, kulihat dia menyunggingkan senyumannya. “annyeong, cho kyuhyun imnida. mulai hari ini aku direktur kalian yg baru”, katanya memeperkenalkan diri. aku merasa tidak kuat, minta ijin ke sungmin untuk pergi ke wc. sesampainya ke wc, aku menangis sepuasnya.

#part 15

selesai menangis aku kembali ke ruanganku. “kenapa matamu”, tanya sungmin. “anni~ amugeosdo”,kataku menutupi. “kau bohong”, tebaknya. aku diam saja & kembali ke mejaku. “gimana pekerjaanmu?”, tanya donghae. “semua baik2 saja”, kataku malas. “sul hwa-ah, neon gwaenjhanasaeyo?? (sul hwa-ah, kau baik-baik saja?)”, tanya chae ri khawatir. “nee, eonni”, kataku. “ah...”, aku menghela nafas.

tiba2 hp ku berbunyi. “Yeoboseyo”, kataku. “sul hwa –ah”, kata namja itu. terdengar suara namja diseberang sana.  “nee, ini aku”, kataku lagi. “mwo, geugeoseun mueoseuniga (ada perlu apa)”, tanyaku. “temui aku sekarang”, kata namja itu. “ini siapa?”, tanyaku. “temui aku sekarang atau kau menyesal nantinya”, katanya mengancam. “apa maksudmu”, kataku menegang. “temui aku di apartemen XXX”, kata namja itu. “mwo, waeyo aku harus menemuimu”, tanyaku. “wae, karna kau ingin menemuiku bukan”, kata namja itu. “cepatlah, arraseo”, katanya lagi. “algessoyo (saya mengerti)”, kataku. dan bippp, suara hp dimatikan. sebenarnya aku penasaran dengan namja itu, sepertinya aku pernah dengar suara itu, “jangan – jangan”, kataku. aku langsung pergi dari mejaku. saat berjalan di lorong aku melihat pak lee & (terdiam) Cho kyuhyun. aku berhenti sebentar & membungkukan badan, memberi salam, langsung aku berlari. “Dasar tuch bocah, kebiasaannya belum hilang”, omel lee-ssi.”mianhamnida cho-ssi, atas ketidak sopanan pegawai saya”, kata lee-ssi ke kyuhyun,  kyuhyun hanya melihat punggungku yg makin lama makin mengecil & hilang.

#part 16

“taksi”, cegatku & taksi itu berhenti. “ahjussi, tolong antar saya ke alamat ini”, kataku. “baiklah”, kata supir taksi. “ppali haeyo, ahjussi (tolong cepat, paman)”, kataku. “ne, soonim”, katanya. & wussss,,,, super taksi, “astaga astaga, aku mati aku mati”, kataku dalam hati ketakutan. supir taksi ini menjadi gila, kencang banget nyetirnya, serasa naik jet coster. “ahjussi, aku masih ingin hidup”, kataku ke sopir. sepertinya si supir gak mendengarkanku.

sesampainya di tempat tujuan, “kita sudah sampai soonim”, kata si supir taksi. wajahku terlihat pucat, seperti habis melihat hantu. “gwenjhanayo, soonim”, kata si supir taksi. “apanya yg gak apa2, gak kau lihat apa mukaku”, kataku kesal, aku bicara dalam hati. “anni, “naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo (aku baik-baik saja, jangan khawatir)”, kataku padanya. setelah membayar, aku bergegas keluar dari taksi, “aku lama2 bisa mati kejang kalau lama2 di dalam sini”, kataku. setelah keluar, ternyata kakiku masih bergetar.

aku bergegas masuk. tapi di dalam aku dicegat petugas keamanan yg ada disitu. “ada perlu apa noona disini”, kata petugas. “aku mau menemui orang yg ada di alamat ini”, kataku.” kalau begitu saya antarkan ke resepsonis”, katanya. “nee, arra”, kataku. di meja resepsonis, “ya, noona anda ada perlu apa?”, tanyanya. “saya mau menemui orang yg ada di alamat ini”, kataku. si resepsonis menghubungi nomer telepon kamar yg ada di kertas, “maaf  nama anda siapa?”, tanyanya. “park sul hwa”, jawabku. si resepsonis langsung menelepon nomer telepon kamar tersebut, “ne~ arra”, jawabnya. “park sul hwa-ssi, ini kartu pass anda”, kata si resepsonis menyerahkan kartu pass. “silakan anda langsung ke lift”, arahnya. “gomawoyo”, kataku. sesampainya di lift, “pantas saja disini pengamanannya ketat sekali”, kataku dalam hati. “hanya orang2 high class yg bisa tinggal disini”, kataku tersenyum sinis.

#part 17.

di depan pintu kamar yg dituju. ting tong es ting tong, bunyi suara bel, gak lama kemudian pintu apartemen itu terbuka. ya aku masuk aja, kan pintunya terbuka. “ternyata, benar. kau yg meneleponku tadi siwon-ssi”, kataku. iya memang benar yg tinggal disini adalah choi siwon. “kau sudah datang”, katanya santai. “duduklah”, pintanya.

“ehm, seperti porselen hidup”, kataku dalam hati. seperti kalian tau, choi siwon artis berbakat, selain dia tampan & cerdas, dia anak pemilik jaringan mall nomer satu disini, alias anak orang kaya. akupun duduk seperti yg dia minta. “geugeoseun mueoseuniga (ada apa), kau mencariku”, kataku pada siwon to the point. “Ottoke chinaeseyo? (bagaimana kabarmu)”, tanya siwon. “aku takut kau kenapa2 atas kejadian kemarin”, tambahnya. “oh jadi dia mengkawatirkanku”, kataku dalam hati, “kukira dia benar2 seperti es, dingin”, kataku. “naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo (aku baik-baik saja, jangan khawatir)”, kataku. “kau mau minum”, tawarnya. “ne~ air putih saja”, kataku. dia langsung menuju ke dapur.

“wae, kamu mencariku siwon-ssi”, tanyaku. “bukankah kau yg mencariku”, berbalik bertanya. benar juga kata2nya, kan aku sekarang dapet kerjaan buat wawancara dia. “ne~”, jawabku seenaknya. “kau ingin mewawancaraiku bukan”, tebaknya. aku hanya menganggukan kepala. diapun kembali membawa minuman di tangannya. “ini minumlah”, pintanya. aku langsung meminum air itu. belum aku menaruh gelas air yg kuminum, tiba2 dia langsung menerjangku, tangan kanan & kirinya berada disisiku, wajahnya begitu dekat dengan wajahku. aku kaget setengah mati, gelas yg ada ditanganku langsung terjatuh. “mwo, waeyo”, tanyaku memoncongkan mulutku, sebenarnya aku ketakutan. “neol museowo?? (kau takut?)”, tanyanya, memperlihatkan senyum evilnya. “anniyo”, kataku bohong, sebenarnya takut sekali. “Nal bwao (tatap aku)”, katanya. akupun menatap dirinya supaya tidak terlihat ketakutanku.

#part 18

“Nal bwao (tatap aku)”, katanya. akupun menatap dirinya. wajahnya semakin mendekat, dia berbisik padaku “aku mau kau mewawancaraiku, dengan syarat kau besok harus berkencan denganku”. “MWO”, kataku terkaget. aku menelan ludah. dia langsung tertawa melihat ekspresi keterkejutanku. melepas kedua tangannya, “hahhahahhahahaaaa”, suaranya ketika dia tertawa. “sial aku dikerjain sama dia”, kataku kesal. “aaahh neomu johta (senangnya), melihat kau tertawa seperti itu”, kataku sinis. “mame andeuleo?? (kau tidak suka)”, tanyanya. aku mendengus. “tapi aku serius mengajakmu berkencan besok”, katanya, matanya terlihat serius. tapi tunggu dia kan artis bisa saja ekspresi itu hanya menggodaku, aku mengelengkan kepalaku. “kau tak mau, kulihat kau menggelengkan kepalamu”, tanyanya, nadanya sedikit meninggi. astaga aku lupa, dia pasti salah paham, “anni, bukan itu maksudku”, kataku memberi penjelasan. “aku hanya merasa bingung saja”, kataku. “dasar babo”, katanya.

“kenapa kau memanggilku babo”, kataku dengan nada meninggi. “kan, aku sudah bilang besok kau harus berkencan denganku. aku besok ada pesta & aku ingin kau menjadi pasanganku”, perintahnya. “terus han so yeon gimana?, bukannya dia yeojachingumu”, kataku polos. “hahahhahahahaaa”, dia tertawa. “itu bukan urusanmu”, katanya. ukh.... dengusku. siwon mengambil kertas dari atas mejanya, “tulis alamatmu disini”, perintahnya. “aku akan menjemputmu jam 7 malam”, katanya. “tunggu, aku kan belom bilang iya”, kataku padanya. “tapi aku tau kau pasti mau, aku tau kau sekarang mengalami kesulitan dari pekerjaanmu”, tebaknya. BINGO, dia bisa menebak pikiranku. karena aku sudah lelah berdebat dengan tukang pemaksa ini akhirnya aku bilang “ Algessoyo ( saya mengerti)”, kataku mengangguk setuju. akupun menulis alamatku di kertas itu.

setelah selesai berdebat aku memutuskan untuk pulang, saat berada di lobby, aku liat kyuhyun masuk ke lobby. aku langsung sembunyi. saat kyuhyun menghilang, “ukh... lega, dia sudah pergi”, kataku, aku langsung berlari meninggalkan apartemen itu. “jelaslah dia tinggal disini, dia kan juga anak orang kaya. apa orang kaya selalu begitu menjadi tukang paksa”, kataku. sebenarnya kyuhyun tidak benar2 menghilang, dia tau disitu ada sul hwa yg bersembunyi. tersungging senyum di bibirnya. “kau tidak berubah hwa-ah”, katanya.

#part 19

keesokan malam harinya,

“aku harus berdandan nich”, kataku sambil. tok tok tok tok, ada yg mengetuk pintu kamarku. “masuklah”, perintahku. “hwa-ssi dress ini harus ditaruh dimana?”, tanya hye na. “ahjumma, taruh di rak baju itu”, kataku sambil ber make-up. setelah menaruh dress, hye na pergi. sebelum pergi hye na berkata “hwa-ssi kemarin ahjumma hwa-ssi telepon dari Indonesia menanyakan kabar hwa-ssi”, katanya. “nee~ hye na, nanti aku telepon balik ahjumma”, kataku. hye na pun pergi.

“sudah lama sekali aku tidak berdandan seperti ini, terakhir berdandan 5 tahun lalu”, kataku mengflashback kejadian itu. “sudahlah itu masa lalu”, kataku menggeleng-geleng kepala. “astaga hampir jam 7 aku beres juga”, kataku.  aku belum juga selesai sampai ada suara klakson di depan. “dia, sudah datang, aku harus cepat2”, kataku. hampir 15 menit siwon menunggu di luar, suara klakson berbunyi lagi. “aeygo, gak tau apa yg dihadapin itu wanita. harusnya dia tau kalo lagi dandan, pasti wanita membutuhkan waktu lama”, kataku kesal. akhirnya beres juga make-up ku, dress ku pun terlihat cantik. aku bergegas turun menuju mobil itu. saat aku masuk ke mobil, siwon melihatku terpana. wajahnya bersemu merah. tapi tetap saja menunjukan wajah coolnya.

“kajja, kita berangkat sekarang. kalo tidak kita bisa kehabisan makanan”, godaku. tapi siwon tetap diam memandangiku. karena risih dipandangi seperti itu, aku menggodanya dengan mendekatkan wajahku ke wajahnya, seperti dia menggodaku kemarin. dia langsung salting tidak karuan. “kajja, kita berangkat”, katanya gugup. akupun Cuma tertawa kecil melihat tingkahnya. “syukurin salah sendiri menggodaku kemarin”, kataku tertawa.

#part 20

sesampainya di tempat pesta, disini ramai sekali. banyak orang2 penting yg datang. maklum saja ini pesta untuk peluncuran produk kosmetik terbaru yg dibintangi choi siwon. aku melihat2 sekelilingku, kutemukan sosok namja kukenal, “OPPA KYUHYUN”, kataku kaget. “kau mengenal namja itu”, tanya siwon. “dia bosku di majalah FREE STYLE”, kataku menunduk. tiba2 siwon memegang tanganku & menyeretku ke arah Kyuhyun. aku Cuma menundukan kepalaku. “apa maksudnya orang ini menyeretku ke arah oppa”, tanyaku dalam hati. secara sadar tidak sadar pasti kyuhyun oppa melihat keberadaanku. “aeygo, dia melihatku”, aku menjadi panik. “Geumanhae (berhentilah)”, pintaku ke siwon. siwon pun berhenti tepat disebelah kyuhyun oppa. aku hanya menunduk malu. kyuhyun melihatku dengan senyuman lebar di bibirnya, itu cukup membuatku salah tingkah. tau aku seperti itu siwon malah memelukku, wartawan tabloid, majalah reporter tv langsung membidik kamera ke arahku. aku merasa tidak nyaman sekali diperlakukan seperti ini. wajahku bersemu merah.

acarapun dimulai, siwon diminta untuk mengisi acara. dia meninggalkanku sendirian. Kyuhyun menghampiriku. “sul hwa-ah”, panggilnya. “ne~ cho-ssi”, kataku. “Ottoke chinaeseyo?”, tanyanya. “Chossumnida”, jawabku. “kau tak perlu seformal itu kepadaku, seolah-olah kau tak mengenalku”, tanyanya. aku hanya diam. sebenarnya aku ingin bertanya keberdaan sora-chan, & bagaimana kabar anaknya, ya mungkin sekarang berumur 4-5 tahun. “cho-ssi aku mau bertanya”, akhirnya aku memberanikan diri. tapi sebelum bertanya namaku dipanggil untuk menuju ke panggung. “aeygo”, kataku dalam hati, terpaksa aku menuruti perintah si punya suara.

di atas  panggung, “aku berdiri disini untuk mengklarifikasi sesuatu”, kata siwon di depan media. sambil memegang tanganku dia berkata, “yeoja yg ada bersamaku ini bukan yeoja sembarangan, yeoja disini adalah yeojachinguku”, katanya mantap di didepan media. bagai tersambar petir di malam yg cerah (#alay), “Mwo, Waeyo kamu berkata seperti itu”, kataku terkaget. mencari pembenaran di ucapan siwon, siwon hanya tersenyum menatapku. “apa yg dia rencanakan, waeyo, dia harus memilih aku dalam permainan ini”, kataku dalam hati. dia hanya tersenyum. saat semua orang teriak, cium cium cium. tiba2 siwon menarik tanganku & ~chuuu~ dia menciumku di depan orang2 yg datang di pesta ini. aku kaget setengah mati, aku tidak bisa melawan karena siwon mencengkram tangan dengan kuat. aku melihat sekelilingku, kulihat kyuhyun oppa berubah menjadi marah, & begitu saja meninggalkan pesta. ku toleh lagi, ternyata disitu ada han so yeon, wajahnya juga berubah marah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar