AUTHOR : PIET (~KYUPIET~) follow @park_kyupiet90
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST
Tolong banget untuk para readers, boleh dibaca bukan untuk di copy / di duplikat. tolong hargai saya selaku penulis. terima kasih
#part 11
aku mengikuti orang itu dari
belakang, karena merasa diikuti diapun berlari. “aku tahu, pasti dia”, kataku
ikut berlari juga. dia tiba2 menoleh & langsung berjalan ke arahku. akupun
menjadi panik. “kenapa kau mengikutiku”, kata namja itu. aku kaget sekali dia
bertanya seperti itu. “aku hanya ingin mewawancarimu choi siwon-ssi”, kataku.
yup benar itu memang choi siwon, meski dia menyamar pasti aku tau kalo itu dia.
“kau tau aku’, katanya. “ne, siwon-ssi meski kau menyamar pasti ketahuan. tiba2
angin berhembus, topi yg dia pakai terbang. orang2 disekitar itu menyadari
bahwa di depan mereka ada artis top korea saat ini, bagaikan semut yg melihat
gula, mereka berlari menuju arah kami. karena aku panik, langsung saja aku
menarik tangannya untuk lari dari tempat itu.
hosh hosh hosh, suara napas kami
yg tidak beraturan. ini semua gara2 menghindari fans choi siwon. kami berdua
bersembunyi di sebuah rumah tua yg ditinggal pemiliknya. “sementara ini kita
aman,”, kataku sambil nafas tersengal. aku liat choi siwon mengatur nafasnya.
“gomawo”, katanya. “ne...”, kataku. “sebaiknya kau menghubungi managermu,
kurasa ini belum aman”, kataku lagi. siwon langsung mengambil hpnya &
menghubungi managernya. aku terduduk lemas setelah berlari seperti itu. tiba2
hujan turun dibarengi petir, JEDARRR suara petir menggelegar. aku yg takut
petir langsung memeluk siwon disebelahku. entah kenapa, tiba2 siwon memelukku.
saat kulihat dia tertidur sambil memelukku. aku melihat wajahnya, “tampan juga,
seperti angel”, batinku
#part 12
kami menunggu hampir 3 jam,
sampai siwon terbangun. “kau sudah bangun”, tanyaku. “ne...”, katanya sambil
mengucek matanya. “seperti anak kecil”, kataku dalam hati. “lama sekali
jemputanmu siwon-ssi”, kataku padanya. dia melihat hpnya, tp baterai di hpnya
habis. “aku boleh pinjam hp mu”, tanyanya. aku meminjamkan hp ku padanya. dia
terlihat menelpon seseorang. tak lama kemudian manager siwon datang.
“kau mau aku antarkan pulang”,
tanyanya. “ani, aku harus ke kantor lagi”, tolakku. “baiklah”, katanya sambil
mengembalikan hpku. “nama mu siapa?”, tanyanya. “park sul hwa dari majalah FREE
STYLE”, jawabku. “OH,,,,”, katanya ber-oh ria. “SIWON-SSI, KAJJA masuk ke van”,
kata managernya. “oke hyung...”, katanya. dia meninggalkanku. “waktunya aku
pergi dari sini”, kataku dalam hati. “aeygo, aku lupa telepon sungmin oppa”,
kataku, aku langsung mengambil hp ku yg ada di tas ku. saat mau menelepon, tiba2....
CITTTTTTTT suara rem yg amat keras, aku sangat kaget. aku nyaris jadi korban
kecelakaan. hpku terjatuh, akhirnya aku mengambilnya. setelah ku ambil, saat
aku lihat ke arah mobil. aku kenal wajah itu, “OPPA”, kataku kaget. namja yg
berada di dalam mobilpun keluar. entah kenapa saat dia keluar, aku malah
berlari meninggalkannya.
#part 13
aku berlari menjauhi mobil itu,
tanpa menoleh ke belakang. aku merasa lelah untuk hari ini, jadi kuputuskan
untuk pulang. sesampainya di rumah aku langsung tertidur di lantai rumahku.
meski udara dingin, entah kenapa di lantai rumahku terasa hangat. sangat hangat
seperti dipeluk kedua orang tuaku. “air mataku menetes lagi”, kataku dalam
hati.
keeseokan harinya,
“hwa-ssi bangun, hwa-ssi bangun”,
kata hye na. hye na kaget sewaktu dia datang & melihatku tertidur di
lantai. (hye na dia pelayanku, tetapi tidak tinggal bersamaku). “ehmmm”, kataku
bergumam. “hwa-ssi bangun. apa anda tidak bekerja hari ini”, katanya. “ini jam
berapa?”, tanyaku. “sudah hampir jam 9”, kata hye na. mendengar itu mataku
langsung melotot. “astaga aku terlambat”, kataku langsung berlari menuju ke
kamar mandi, tanpa sarapan terlebih dahulu. biar lebih cepat aku naik mobil
saja.
sesampainya di kantor,
“oppa, apa pak lee sudah datang”,
kataku mengkagetkan donghae. “sepertinya belum, katanya ada rapat diluar”,kata
donghae. “aku denger ada pergantian direktur majalah yg baru”, kata donghae.
“masa...”, kataku sambil menuju mejaku. “park sul hwa, kamu kemarin menghilang
kemana?”, teriak sungmin, sepertinya dia juga baru datang. “aku mencarimu, aku
telepon tapi hp mu juga gak kamu angkat”, katanya kesal. “oppa sungmin, mian
ne.... kemarin aku tiba2 ninggalin kamu sendirian”, kataku menyesal. “emangnya
kamu menghilang kemana?”, tanya donghae. “anni... itu rahasia”, kataku
tersenyum evil. tiba2 chae ri eonni datang. “hei kalian jangan rapat sendiri,
kita sudah ditunggu di ruang pertemuan”, katanya. “emangnya ada apa eon?”,
tanyaku. “ayo cepatlah, nanti kamu tau sendiri”, katanya. ehm... ada apa ya?
#part 14
tiba di ruang pertemuan,
“sepertinya semua divisi ada disini?”, kataku berbisik. “ iya, liat ruangan ini
menjadi penuh”, kata sungmin. “sepertinya hari ini direktur datang”, kata chae
ri. donghae hanya diam saja.
tes tes tes... “apa semua
berkumpul?”, tanya pak lee, “ne”, jawab kami seenaknya. “kalian tau, kalian
dikumpulkan disini dengan tujuan perusahaan kita akan mengenalkan direktur
baru”, kata lee-ssi. langsung suasana menjadi hening. “ jadi ini dia direktur
baru kita. cho kyuhyun-ssi, silakan anda memberi sambutan”, kata pak lee. aku
tidak terlalu memperhatikan, tapi ketika nama itu disebut aku langsung menoleh
ke arah panggung. terlihat sosok yg sangat aku kenal, namja yg aku temui saat
dia mau menabrakku kemarin, ya namja yg pernah menemaniku selama 5 tahun, itu
benar cho kyuhyun. aku tidak bisa melupakan namja itu. tiba2 airmataku menetes.
sungmin yg berada di sebelahku bertanya “ ada hwa-ah kenapa kau menangis, apa segitu terharunya,
kau itu sama saja dengan yeoja yg lain, liat namja tampan langsung terkesima”,
katanya kesal. “anni, oppa... mataku hanya kemasukan debu saja”, elakku. “kau
bohong”, tanyanya gak percaya. “terserah oppa lah?”, kataku kesal. sebenarnya
aku tidak kuat berada di satu ruangan, satu udara dengan dia. dadaku terasa
sesak.
kulihat dia memperhatikan
sekeliling, entah kenapa dia seperti menemukanku. kami bertatapan satu sama
lain, kulihat dia menyunggingkan senyumannya. “annyeong, cho kyuhyun imnida.
mulai hari ini aku direktur kalian yg baru”, katanya memeperkenalkan diri. aku
merasa tidak kuat, minta ijin ke sungmin untuk pergi ke wc. sesampainya ke wc,
aku menangis sepuasnya.
#part 15
selesai menangis aku kembali ke
ruanganku. “kenapa matamu”, tanya sungmin. “anni~
amugeosdo”,kataku menutupi. “kau bohong”, tebaknya. aku diam saja &
kembali ke mejaku. “gimana pekerjaanmu?”, tanya donghae. “semua baik2 saja”,
kataku malas. “sul hwa-ah, neon
gwaenjhanasaeyo?? (sul hwa-ah, kau baik-baik saja?)”, tanya chae ri khawatir.
“nee, eonni”, kataku. “ah...”, aku menghela nafas.
tiba2 hp ku berbunyi. “Yeoboseyo”, kataku. “sul hwa –ah”, kata namja itu.
terdengar suara namja diseberang sana. “nee, ini aku”, kataku lagi. “mwo, geugeoseun
mueoseuniga (ada perlu apa)”, tanyaku. “temui aku sekarang”, kata namja itu.
“ini siapa?”, tanyaku. “temui aku sekarang atau kau menyesal nantinya”, katanya
mengancam. “apa maksudmu”, kataku menegang. “temui aku di apartemen XXX”, kata
namja itu. “mwo, waeyo aku harus menemuimu”, tanyaku. “wae, karna kau ingin
menemuiku bukan”, kata namja itu. “cepatlah, arraseo”, katanya lagi. “algessoyo
(saya mengerti)”, kataku. dan bippp, suara hp dimatikan. sebenarnya aku
penasaran dengan namja itu, sepertinya aku pernah dengar suara itu, “jangan –
jangan”, kataku. aku langsung pergi dari mejaku. saat berjalan di lorong aku melihat
pak lee & (terdiam) Cho kyuhyun. aku berhenti sebentar & membungkukan
badan, memberi salam, langsung aku berlari. “Dasar tuch bocah, kebiasaannya
belum hilang”, omel lee-ssi.”mianhamnida cho-ssi, atas ketidak sopanan pegawai
saya”, kata lee-ssi ke kyuhyun, kyuhyun
hanya melihat punggungku yg makin lama makin mengecil & hilang.
#part
16
“taksi”,
cegatku & taksi itu berhenti. “ahjussi, tolong antar saya ke alamat ini”,
kataku. “baiklah”, kata supir taksi. “ppali haeyo, ahjussi (tolong cepat,
paman)”, kataku. “ne, soonim”, katanya. & wussss,,,, super taksi, “astaga
astaga, aku mati aku mati”, kataku dalam hati ketakutan. supir taksi ini
menjadi gila, kencang banget nyetirnya, serasa naik jet coster. “ahjussi, aku
masih ingin hidup”, kataku ke sopir. sepertinya si supir gak mendengarkanku.
sesampainya
di tempat tujuan, “kita sudah sampai soonim”, kata si supir taksi. wajahku
terlihat pucat, seperti habis melihat hantu. “gwenjhanayo, soonim”, kata si
supir taksi. “apanya yg gak apa2, gak kau lihat apa mukaku”, kataku kesal, aku
bicara dalam hati. “anni, “naega gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo (aku baik-baik
saja, jangan khawatir)”, kataku padanya. setelah membayar, aku bergegas keluar
dari taksi, “aku lama2 bisa mati kejang kalau lama2 di dalam sini”, kataku.
setelah keluar, ternyata kakiku masih bergetar.
aku
bergegas masuk. tapi di dalam aku dicegat petugas keamanan yg ada disitu. “ada
perlu apa noona disini”, kata petugas. “aku mau menemui orang yg ada di alamat
ini”, kataku.” kalau begitu saya antarkan ke resepsonis”, katanya. “nee, arra”,
kataku. di meja resepsonis, “ya, noona anda ada perlu apa?”, tanyanya. “saya
mau menemui orang yg ada di alamat ini”, kataku. si resepsonis menghubungi
nomer telepon kamar yg ada di kertas, “maaf nama anda siapa?”, tanyanya. “park sul hwa”,
jawabku. si resepsonis langsung menelepon nomer telepon kamar tersebut, “ne~
arra”, jawabnya. “park sul hwa-ssi, ini kartu pass anda”, kata si resepsonis
menyerahkan kartu pass. “silakan anda langsung ke lift”, arahnya. “gomawoyo”,
kataku. sesampainya di lift, “pantas saja disini pengamanannya ketat sekali”,
kataku dalam hati. “hanya orang2 high class yg bisa tinggal disini”, kataku
tersenyum sinis.
#part
17.
di
depan pintu kamar yg dituju. ting tong es ting tong, bunyi suara bel, gak lama
kemudian pintu apartemen itu terbuka. ya aku masuk aja, kan pintunya terbuka.
“ternyata, benar. kau yg meneleponku tadi siwon-ssi”, kataku. iya memang benar
yg tinggal disini adalah choi siwon. “kau sudah datang”, katanya santai.
“duduklah”, pintanya.
“ehm,
seperti porselen hidup”, kataku dalam hati. seperti kalian tau, choi siwon
artis berbakat, selain dia tampan & cerdas, dia anak pemilik jaringan mall
nomer satu disini, alias anak orang kaya. akupun duduk seperti yg dia minta.
“geugeoseun mueoseuniga (ada apa), kau mencariku”, kataku pada siwon to the
point. “Ottoke chinaeseyo? (bagaimana kabarmu)”, tanya siwon. “aku takut kau
kenapa2 atas kejadian kemarin”, tambahnya. “oh jadi dia mengkawatirkanku”,
kataku dalam hati, “kukira dia benar2 seperti es, dingin”, kataku. “naega
gwenjhanayo, geogjeongmasaeyo (aku baik-baik saja, jangan khawatir)”, kataku.
“kau mau minum”, tawarnya. “ne~ air putih saja”, kataku. dia langsung menuju ke
dapur.
“wae,
kamu mencariku siwon-ssi”, tanyaku. “bukankah kau yg mencariku”, berbalik
bertanya. benar juga kata2nya, kan aku sekarang dapet kerjaan buat wawancara
dia. “ne~”, jawabku seenaknya. “kau ingin mewawancaraiku bukan”, tebaknya. aku
hanya menganggukan kepala. diapun kembali membawa minuman di tangannya. “ini
minumlah”, pintanya. aku langsung meminum air itu. belum aku menaruh gelas air
yg kuminum, tiba2 dia langsung menerjangku, tangan kanan & kirinya berada
disisiku, wajahnya begitu dekat dengan wajahku. aku kaget setengah mati, gelas
yg ada ditanganku langsung terjatuh. “mwo, waeyo”, tanyaku memoncongkan
mulutku, sebenarnya aku ketakutan. “neol museowo?? (kau takut?)”, tanyanya,
memperlihatkan senyum evilnya. “anniyo”, kataku bohong, sebenarnya takut
sekali. “Nal bwao (tatap aku)”, katanya. akupun menatap dirinya supaya tidak
terlihat ketakutanku.
#part
18
“Nal
bwao (tatap aku)”, katanya. akupun menatap dirinya. wajahnya semakin mendekat,
dia berbisik padaku “aku mau kau mewawancaraiku, dengan syarat kau besok harus
berkencan denganku”. “MWO”, kataku terkaget. aku menelan ludah. dia langsung
tertawa melihat ekspresi keterkejutanku. melepas kedua tangannya,
“hahhahahhahahaaaa”, suaranya ketika dia tertawa. “sial aku dikerjain sama
dia”, kataku kesal. “aaahh neomu johta (senangnya), melihat kau tertawa seperti
itu”, kataku sinis. “mame andeuleo?? (kau tidak suka)”, tanyanya. aku
mendengus. “tapi aku serius mengajakmu berkencan besok”, katanya, matanya
terlihat serius. tapi tunggu dia kan artis bisa saja ekspresi itu hanya
menggodaku, aku mengelengkan kepalaku. “kau tak mau, kulihat kau menggelengkan
kepalamu”, tanyanya, nadanya sedikit meninggi. astaga aku lupa, dia pasti salah
paham, “anni, bukan itu maksudku”, kataku memberi penjelasan. “aku hanya merasa
bingung saja”, kataku. “dasar babo”, katanya.
“kenapa
kau memanggilku babo”, kataku dengan nada meninggi. “kan, aku sudah bilang
besok kau harus berkencan denganku. aku besok ada pesta & aku ingin kau
menjadi pasanganku”, perintahnya. “terus han so yeon gimana?, bukannya dia
yeojachingumu”, kataku polos. “hahahhahahahaaa”, dia tertawa. “itu bukan
urusanmu”, katanya. ukh.... dengusku. siwon mengambil kertas dari atas mejanya,
“tulis alamatmu disini”, perintahnya. “aku akan menjemputmu jam 7 malam”,
katanya. “tunggu, aku kan belom bilang iya”, kataku padanya. “tapi aku tau kau
pasti mau, aku tau kau sekarang mengalami kesulitan dari pekerjaanmu”,
tebaknya. BINGO, dia bisa menebak pikiranku. karena aku sudah lelah berdebat
dengan tukang pemaksa ini akhirnya aku bilang “ Algessoyo ( saya mengerti)”,
kataku mengangguk setuju. akupun menulis alamatku di kertas itu.
setelah
selesai berdebat aku memutuskan untuk pulang, saat berada di lobby, aku liat
kyuhyun masuk ke lobby. aku langsung sembunyi. saat kyuhyun menghilang, “ukh...
lega, dia sudah pergi”, kataku, aku langsung berlari meninggalkan apartemen
itu. “jelaslah dia tinggal disini, dia kan juga anak orang kaya. apa orang kaya
selalu begitu menjadi tukang paksa”, kataku. sebenarnya kyuhyun tidak benar2
menghilang, dia tau disitu ada sul hwa yg bersembunyi. tersungging senyum di
bibirnya. “kau tidak berubah hwa-ah”, katanya.
#part
19
keesokan
malam harinya,
“aku
harus berdandan nich”, kataku sambil. tok tok tok tok, ada yg mengetuk pintu
kamarku. “masuklah”, perintahku. “hwa-ssi dress ini harus ditaruh dimana?”,
tanya hye na. “ahjumma, taruh di rak baju itu”, kataku sambil ber make-up.
setelah menaruh dress, hye na pergi. sebelum pergi hye na berkata “hwa-ssi
kemarin ahjumma hwa-ssi telepon dari Indonesia menanyakan kabar hwa-ssi”,
katanya. “nee~ hye na, nanti aku telepon balik ahjumma”, kataku. hye na pun
pergi.
“sudah
lama sekali aku tidak berdandan seperti ini, terakhir berdandan 5 tahun lalu”,
kataku mengflashback kejadian itu. “sudahlah itu masa lalu”, kataku
menggeleng-geleng kepala. “astaga hampir jam 7 aku beres juga”, kataku. aku belum juga selesai sampai ada suara
klakson di depan. “dia, sudah datang, aku harus cepat2”, kataku. hampir 15
menit siwon menunggu di luar, suara klakson berbunyi lagi. “aeygo, gak tau apa
yg dihadapin itu wanita. harusnya dia tau kalo lagi dandan, pasti wanita
membutuhkan waktu lama”, kataku kesal. akhirnya beres juga make-up ku, dress ku
pun terlihat cantik. aku bergegas turun menuju mobil itu. saat aku masuk ke
mobil, siwon melihatku terpana. wajahnya bersemu merah. tapi tetap saja menunjukan
wajah coolnya.
“kajja,
kita berangkat sekarang. kalo tidak kita bisa kehabisan makanan”, godaku. tapi
siwon tetap diam memandangiku. karena risih dipandangi seperti itu, aku
menggodanya dengan mendekatkan wajahku ke wajahnya, seperti dia menggodaku kemarin.
dia langsung salting tidak karuan. “kajja, kita berangkat”, katanya gugup.
akupun Cuma tertawa kecil melihat tingkahnya. “syukurin salah sendiri
menggodaku kemarin”, kataku tertawa.
#part
20
sesampainya
di tempat pesta, disini ramai sekali. banyak orang2 penting yg datang. maklum
saja ini pesta untuk peluncuran produk kosmetik terbaru yg dibintangi choi
siwon. aku melihat2 sekelilingku, kutemukan sosok namja kukenal, “OPPA
KYUHYUN”, kataku kaget. “kau mengenal namja itu”, tanya siwon. “dia bosku di majalah
FREE STYLE”, kataku menunduk. tiba2 siwon memegang tanganku & menyeretku ke
arah Kyuhyun. aku Cuma menundukan kepalaku. “apa maksudnya orang ini menyeretku
ke arah oppa”, tanyaku dalam hati. secara sadar tidak sadar pasti kyuhyun oppa
melihat keberadaanku. “aeygo, dia melihatku”, aku menjadi panik. “Geumanhae
(berhentilah)”, pintaku ke siwon. siwon pun berhenti tepat disebelah kyuhyun
oppa. aku hanya menunduk malu. kyuhyun melihatku dengan senyuman lebar di
bibirnya, itu cukup membuatku salah tingkah. tau aku seperti itu siwon malah
memelukku, wartawan tabloid, majalah reporter tv langsung membidik kamera ke
arahku. aku merasa tidak nyaman sekali diperlakukan seperti ini. wajahku
bersemu merah.
acarapun
dimulai, siwon diminta untuk mengisi acara. dia meninggalkanku sendirian.
Kyuhyun menghampiriku. “sul hwa-ah”, panggilnya. “ne~ cho-ssi”, kataku. “Ottoke
chinaeseyo?”, tanyanya. “Chossumnida”, jawabku. “kau tak perlu seformal itu
kepadaku, seolah-olah kau tak mengenalku”, tanyanya. aku hanya diam. sebenarnya
aku ingin bertanya keberdaan sora-chan, & bagaimana kabar anaknya, ya
mungkin sekarang berumur 4-5 tahun. “cho-ssi aku mau bertanya”, akhirnya aku
memberanikan diri. tapi sebelum bertanya namaku dipanggil untuk menuju ke
panggung. “aeygo”, kataku dalam hati, terpaksa aku menuruti perintah si punya
suara.
di
atas panggung, “aku berdiri disini untuk
mengklarifikasi sesuatu”, kata siwon di depan media. sambil memegang tanganku
dia berkata, “yeoja yg ada bersamaku ini bukan yeoja sembarangan, yeoja disini adalah
yeojachinguku”, katanya mantap di didepan media. bagai tersambar petir di malam
yg cerah (#alay), “Mwo, Waeyo kamu berkata seperti itu”, kataku terkaget.
mencari pembenaran di ucapan siwon, siwon hanya tersenyum menatapku. “apa yg
dia rencanakan, waeyo, dia harus memilih aku dalam permainan ini”, kataku dalam
hati. dia hanya tersenyum. saat semua orang teriak, cium cium cium. tiba2 siwon
menarik tanganku & ~chuuu~ dia menciumku di depan orang2 yg datang di pesta
ini. aku kaget setengah mati, aku tidak bisa melawan karena siwon mencengkram
tangan dengan kuat. aku melihat sekelilingku, kulihat kyuhyun oppa berubah
menjadi marah, & begitu saja meninggalkan pesta. ku toleh lagi, ternyata
disitu ada han so yeon, wajahnya juga berubah marah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar