super junior

super junior

Minggu, 21 Oktober 2012

FATED TO LOVE YOU PART 1 - 10


TITLE : FATED TO LOVE YOU
AUTHOR : PIET (~KYUPIET~) follow @park_kyupiet90
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST
Prolog :
Apa aku harus mempercayai takdir, takdir yang membuat kita bertemu, takdir untuk mencintaimu,  takdir yg memisahkan kita, takdir yg mempermainkan hidup kita, apakah ada keajaiban tentang takdir?
--------------///////------------
#part 1

Hai, aku Park Sul hwa. sekarang aku tinggal di Jakarta, Indonesia. Sebenarnya aku bukan orang Indonesia asli tetapi aku orang Korea Selatan. Kenapa aku tinggal disini karena kejadian 10 tahun yang lalu, kedua orang tuaku meninggal saat aku berumur 12 tahun. aku tau ini sangat menyakitiku tapi seorang Ahjumma & Ahjussi mau menampungku & membesarkanku sampai saat ini. karena takut aku mengalami trauma, mereka membawaku pergi dari korea.

Skip----  kalau mengingat itu hatiku sakit. pada akhirnya, aku bisa membuka diriku, sejak bertemu dengan Shiroi Sora (temanku yg masih keturunan orang jepang). Ya, dia sahabatku kami bersahabat sejak SMP. hubungan kami sangat dekat bagaikan saudara. hatinya yg lembut dapat melelehkan hatiku sedingin es. tapi sekarang dimana dia, Sora-chan (aku memanggilnya begitu). aku telepon tetap gak diangkat, aku sms gak dibalas-balas. “aeygo.... kemana dia”, kataku frustasi. “kayaknya aku harus berangkat sendiri”, kataku lagi. Hari ini hari ulang tahun Namjachinguku, Namanya... (kasih tau gak ya^^). Namanya Cho Kyuhyun, dia anak pengusaha sukses di Korea-Indonesia. apapun yg diinginkan dia tidak sampai 5 menit pasti terlaksana, typikal namja jahil, sombong, angkuh, egois pokoknya yg buruk2 ada di dia, tapi ada satu hal yg membuatku meleleh yaitu kebaikan hati yg tulus dari dirinya.

Aku ingat saat masih SMU, Kyu itu sunbaenimku, kyu termasuk senior populer di SMUku, aku gak menyangka kalau dia bisa menyukaiku. Ya, aku tau. Saat aku masuk SMU, dia selalu menindasku. hingga batas kesabaranku habis, hingga aku memanggilnya “Evil Kyu”. sampai akhirnya dia menyatakan cintaku saat ada konser musik di sekolahku. Dia mengakui semua kejahilannya padaku hanya untuk mencari perhatianku, saat dia berkata “would you be my yeoja”, aku hanya diam mematung.

kami sudah pacaran 5 tahun lo, sepanjang kita menjalin hubungan ini aku tau kalau sifatnya tak Seevil yg kelihatannya. Aku mau ke apartemennya untuk memberi kejutan. Saat aku tiba disana, aku mendengar Kyu berbicara pada seseorang, dan orang itu seorang yeoja. “siapa yeoja itu?”, kataku dalam hati.

#part 2

Aku mendengar seorang Kyu berbicara dengan seorang yeoja. mereka membicarakan hal yang cukup serius, aku mencoba mendengar percakapan mereka. sangat terkejutnya aku saat si wanita bilang “Kyu-kun aku hamil”, kata si yeoja. bagaikan tersambar petir di siang terik, aku hanya terdiam mendengarnya, jelas aku shock badanku langsung merasa lemas. “Kau bohong, mana mungkin kita melakukan hanya sekali”, kata Kyu terkejut. “ya, kau mengakuinya Kyu, jadi itu benar”, kataku dalam hati, mendengar itu airmataku tiba2 meleleh. “tapi kyu”, kata si yeoja. “kau harus menggugurkannya, aku tidak mencintaimu, malam itu hanya kesalahan”, kata kyu tegas. mendengar itu si yeoja menangis. “aku mencintaimu, sudah 7 tahun yg lalu. aku menginkanmu lebih dari dia (#maksudnya park sul hwa). Kyu hanya diam.

Aku memutuskan untuk keluar, si yeoja terlihat sangat kaget saat aku menghampiri mereka. si yeoja terkaget “ hwa-chan”, panggilnya. “kenapa kau disini”, katanya lagi. Kyu menoleh padaku dengan tatapan penuh dosa, dia merasa terkejut saat aku datang. “Ya, sora-chan ini aku”, kataku menahan perih dihatiku. yeoja itu adalah sora. entah kenapa aku tidak bisa marah, apalagi memaki mereka yg berani berbuat “sesuatu” di belakangku. Aku merasa kasihan pada sora, karena dia harus menahan perasaannya selama 7 tahun yg lalu, dia menyukai kyu saat awal bertemu dengannya.

#part 3

“Ya, aku disini”, kataku. kyu menghampiriku & memegang tanganku, meyakinkanku bahwa itu hanya sebuah mimpi. “tidak oppa, itulah kenyataan yg terjadi sekarang, & kita harus menjalaninnya”, kataku tegar. “tidak chagi, aku hanya mencintaimu, aku memerlukanmu”, katanya histeris & berusaha memelukku. akhirnya aku menamparnya. setelah itu hanya kyu hanya diam & memegang pipinya. “oppa, bayi itu tidak bersalah, jangan salahkan dosamu pada bayimu”, kataku. “Aku mohon oppa, jagalah sora & bayinya, sayangi mereka”, kataku lagi. aku melepas pegangan kyu di tubuhku & aku menghampiri sora. “Sora-chan, berbahagialah”, kataku lagi & aku berlari meninggalkan mereka. mereka hanya terdiam atas kepergianku.

Rasanya sakit, sama sakitnya saat orang tuaku pergi meninggalkanku selamanya. aku berlari hingga aku tiba disebuah perusahaan, perusahaan itu milik Ahjumma yg merawatku selama ini. tapi sayangnya Ahjussi meninggal karena serangan jantung 1 tahun yg lalu. Ahjusshi meninggal karena serangan jantung, akhirnya ahjumma yg mengurus perusahaan ini, karena anaknya masih berusia 12 tahun. Aku menuju ke ruangan ahjumma.

sesampainya disana, aku mengetuk pintu. aku memasuki ruangan yg bertuliskan nama Han Hyo Joo, ya itu nama ahjummaku. “Ahjumma, apa tawaran itu masih berlaku padaku”, kataku. “katanya kau menolaknya karena takut trauma & takut meninggalkan kyu”, kata ahjumma sambil bekerja. aku melihat ahjumma sedang mentanda tangani beberapa proyek. “Aku,,,,”

#part 4

“kau, mau tawaran itu”, kata ahjumma. “Ne... aku mau (dengan nada bergetar), aku mau menerima tawaran itu”, kataku. akupun menangis di depan ahjumma. melihatku menangis ahjumma menghentikan aktivitasnya dan mengahampiriku, memelukku hingga membuatku tenang. “ceritakan pada ahjumma apa yang terjadi sebenarnya”, katanya sambil memelukku. aku menceritakan apa yg terjadi. Ahjumma hanya mendengarkan & hanya diam. ahjumma orangnya baik bgt, beliau sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. “Baiklah, besok kamu berangkat, aku akan memesankan tiket sekarang”, katanya sambil berjalan meninggalkanku. “pulanglah... bersiaplah”, kata ahjumma, di membuka sebuah laci. ia memberiku kunci rumah. “ini untukmu, kau tinggal disini, ini alamatmu. aku akan menghubungi Hye na untuk menjemputmu nanti”, kata ahjumma. ( hye na adalah mantan pembantuku di korea, tapi sampai sekarang dia tetap setia pada keluargaku). Aku mengambil kunci itu & bergegas pulang.

sesampainya di jalanan dekat rumahku, aku melihat mobil sport merah. aku langsung bersembunyi. “itu mobil kyu”, kataku dalam hati. aku melihatnya membawa boneka beruang, cokelat & bunga irish kesayanganku. dia memencet pintu berulang kali tapi tidak ada yg membuka, karena cukup lama menunggu dia memutuskan untuk pergi meninggalkan barang2 yg dibawa tadi. aku hanya melihatnya dan meninggalkan barang itu diluar. sesampainya di dalam rumah aku cepat2 mengepaki barang2ku, sambil menangis. saat aku melihat fotoku dan kyu, fotoku dan sora, fotoku, kyu dan sora. hatiku sakit. “tapi aku Sul hwa”, kataku. “aku bisa menghadapinya, orang tuaku memberi nama itu berharap aku menjadi orang yg kuat seperti bunga yg tumbuh di musim salju”, kataku lagi.

#part 5

-------5 tahun kemudian-----

Aku terbangun dari mimpi itu lagi. “Astaga kenapa aku masih memimpikannya”, kataku. “ini kan sudah lewat 5 tahun, kenapa aku bermimpi seperti itu”, kataku lagi, “akh, kenapa airmata ini keluar”, kataku lagi. terasa sesak, ini sudah 5 tahun kenapa aku tidak bisa melupakan peristiwa itu, apa sesakit itu. tiba2 ada yg mengetuk pintu kamarku & memanggilku, “Hwa –sshi”, seorang yeoja memanggilku. “ayo bangun sarapanmu sudah siap”, katanya lagi. “iya, hye na”, kataku. itu tadi pelayanku, yg sangat setia pada keluargaku.

setelah aku mandi, aku turun ke lantai bawah menuju ruang makan. aku memulai sarapanku. “hye na, nanti aku pulang terlambat, jadi kau pulang saja. tidak usah menungguku”, kataku. “baiklah, hwa-sshi”, kata hye na. “aku berangkat dulu ne..”, kataku sambil berjalan menuju pintu depan.
aku sudah gak bekerja di perusahaan ahjummaku, karena memang gak cocok saja. dan sekarang aku bekerja di salah satu majalah artis di korea. sebenarnya menyenangkan tapi mengingat editor majalahku yg galak, bisa ditebak aku selalu dibuat repot olehnya.

sesampainya di kantor, baru saja duduk di mejaku, ada yg memanggilku. “Sul hwa-sshi, kau dicari Lee-shi tuh, ada yg mau dibicarakan dengan mau”, kata Sungmin temanku di kantor. “Aeygo, si ahjussi tua ini mau cari gara2 lagi sama aku”, kataku dalam hati. “Ne,,, sungmin-sshi”, kkataku lemah. aku menuju ke kantornya.

tok tok tok... “masuklah”, kata pak lee di dalam. “Ne, lee-sshi. apa anda memanggilku”, tanyaku. “duduklah”, perintahnya. “aku punya tugas baru untukmu”, katanya sambil memberi proposal wawancara. “apa ini lee-sshi”, kataku. “proposal wawancara lah, masa proposal buat masak”, godanya. “Aeygo nich orang masih sempat2nya becanda lagi”, kataku kesal. “ini proposal wawancara, kau harus mewawancari artis tersebut”, katanya mulai serius. “bacalah”, katanya lagi.

aku mulai membuka proposal itu, dan “MWO, KENAPA HARUS DIA”, kataku meninggi. aku terkejut melihat nama itu.

#part 6

“Mwo, kenapa harus dia Lee-sshi, Aeygo”, kataku frustasi. “Karena dia populer”, katanya enteng. “itu hukuman buatmu yg gak bisa menyelesaikan tugas kemarin dengan benar, akhirnya kau merepotkan Park-sshi”, katanya lagi.

Flashback,

aku ingat kejadian yg kemarin saat aku menghancurkan salah satu gaun desainer terkenal, tapi itu semua bukan salahku, ini semua salah Han So Yeon, model terkenal yg banyak orang tertipu wajah angelnya, padahal dia seorang yg sangat kasar. ceritanya aku harus, mewawancari dia untuk pementasan busana, entah kenapa dia menyuruhku memegang bajunya & membuat aku seolah-olah menyobek bajunya. untung saat itu tidak ada media yg tau kejadian itu, jd masih bisa dibungkam semua. flashback end.

“Lagipula kau juga pernah mewawancari dia bukan”, katanya lagi, “Ne...”, jawabku. “jadi itu lebih memudahkanmu bukan?”, kata pak Lee. “AKH....”, kataku frustasi didepannya. “Aku mewawancari dia, aku harus mengkorbankan nyawaku juga”, kataku frustasi. “Yakkkk, beraninya kau mendengus didepan bos”, katanya. “POKOKNYA KAU TETAP HARUS MEWAWANCARI ARTIS CHOI SIWON”, katanya. “MENGERTI, PERGILAH”, bentaknya.aku terkaget & berlari dari ruangannya.
aku berlari menuju atap, disana aku bisa berteriak sepuasnya. “AKH....”, “KENAPA HARUS CHOI SIWON LAGI....”, kataku teriak. “AKU BISA DIBUAT GILA”, kataku lagi. “apa dia membuatmu gila”, kata seorang namja. aku menoleh. “Ne, oppa”, kataku malu setelah teriak itu. “pasti gara2 tugasmu mewawancari dia 2 bulan lalu”, godanya. “Ne, Donghae oppa”, kataku menunduk.

#part 7

Flashback 2 bulan lalu saat wawancara choi siwon.

“ini tugasmu yg baru”, kata pak lee. “kau harus mewawancari choi siwon”, katanya. aku hanya melihat proposal itu. “ini proposal awal, perbaiki”, katanya. aku ambil proposal itu & melihatnya. “Baiklah Lee-ssi”, kataku. “ingat artikel ini untuk edisi bulan depan”, peringatnya. “apapun yg terjadi kau harus dapat mewawancari dia”, katanya lagi. “baiklah lee-ssi”, kataku. ketika akan meninggalkan ruangannya. pak lee berkata, “bahkan kau harus korbankan nyawamu sendiri”, katanya mengancam. kau menoleh seketika & langsung pergi dengan wajah terheran. “apa maksudnya aku harus mengkorbankan nyawa”, kataku terheran. “akh... gak ambil pusing ah”, kataku lagi, akupun pun menuju ruanganku. “baiklah, kita mulai peperangannya... HWAITING..”, kataku semangat. “apanya yg peperangan”, kata donghae. (donghae ini salah satu temanku, aku sudah menganggap dia sebagai oppaku, kita satu kantor oppa bekerja sebagai editor + wartawan di majalah ini, selain donghae aku mempunyai teman bernama Sungmin sama sekantor dia bekerja sebagai kameramen di kantor ini karena hobi fotografinya. ada lagi chae ri tunangannya donghae, satu kantor denganku tapi dia bagian periklanan. mereka bertiga temanku sejak aku bergabung di majalah ini 3 tahun lalu, teman yg baik. senang berkumpul dengan mereka).

“aku dapat tugas untuk mewawancari choi siwon dr lee-ssi”, kataku pada donghae. “Mwo, sapa choi siwon”, kata donghae. “iya”, jawabku mengangguk. “itu tugas yg sulit sekali”, kata donghae khawatir. “emang kenapa dengan choi siwon, katamu sulit sekali”, aku bertanya pada donghae. “kau tau pak jung senior kita”, katanya dengan nada khawatir. “iya, bukannya dia baru kecelakaan satu minggu yg lalu”, kataku. “kau tahu penyebabnya”, tanya donghae. “ani”, jawabku. “dia itu dicelakai para sasaeng dan siwonest, sekarang kau tahu berbahayanya mewawancari dia lebih baik kau minta tugas lain saja dech”, katanya menjelaskan. “mwo, dicelakai (aku terkaget dengan mata melotot), masa’ separah itu, itu namanya dah kriminal”, kataku shock. donghae mengangguk. “jadi aku tau sekarang maksudnya lee-ssi dengan kalimat ‘bahkan kau harus korbankan nyawamu sendiri’”, kataku dalam hati. aku hanya pasrah menghadapi tugas ini, mau menolakpun tidak bisa. “tapi, gak apa-apa oppa, aku kemarin juga sukses mewawancari beberapa tokoh terkenal di korea. anggap saja ini tantangan baru”, kataku bersemangat. donghae pun tidak bisa berkata apa-apa. “HWAITING”, kataku. donghae oppa hanya tersenyum.

#part 8

Flashback lanjutan...

“akhirnya selesai juga ini proposal, sekarang tinggal telepon manajemennya”, kataku. aku memencet nomer telepon manajemen choi siwon. tutttt tuuttttt bunyi telepon. klikkkk, “akhirnya diangkat juga”, kataku dalam hati. “annyeong, selamat sore, ini dari siapa”, suara namja. “annyeong, saya wartawan dari majalah FREE STYLE. saya mau mewawancari secara eksklusif choi siwon-ssi”, kataku. “oh... dari FREE STYLE”, kata namja itu. “maaf choi siwon sampai bulan depan jadwalnya sudah penuh, jadi tidak bisa diwawancara”, kata namja itu. “mwo, sombong sekali tuh artis pakai tidak mau diwawancara”, kataku dalam hati. “maaf, saya...”, kata-kataku terpotong karena namja disana mematikan teleponnya. “YAKKKK,,,, sombong sekali tuh orang. berani2nya mematikan telepon”, kataku kesal. “tapi bukan park sul hwa kalo hanya ini tidak bisa dikerjakan”, kataku lagi sambil memiringkan bibir. aku langsung ke melihat fanpage milik choi siwon, dan mencatat jadwal pekerjaannya. ternyata emang padat sekali.

diam2 aku mengikuti jadwal choi siwon. sekarang dia sedang ada jadwal kosong, choi siwon biasanya memanfaatkan untuk berenang. (#admin ngiri sama park sul hwa, dia bisa liat ABS siwon. *admin mimisan). akhirnya aku bertemu dengannya, tapi aku kaget disebelah siwon ada seorang top model yaitu han so yeon. “wow, sekali mendayung 2, 3 pulau terlampaui. bisa menjadi skandal besar nich”, kataku sambil tersenyum evilku. sepertinya mereka mau pergi, aku buru-buru mencegat mereka. untunglah masih bisa, “annyeonghaseyo, saya park sul hwa dari majalah FREE STYLE”, kataku membungkukkan badan sambil memberi kartu nama. siwon menerima kartu namaku, entah kenapa siwon menunjukan ekspresi yg aneh, tapi sepertinya so yeon tidak senang dengan keberadaanku. so yeon langsung mendorongku ke kolam renang, & langsung mengajak siwon pergi. sebenarnya aku bisa berenang entah kenapa kakiku kram, untung ada pengunjung disitu membantuku. itulah kesialan pertamaku. masih ada lagi saat konferensi perss tentang film terbarunya, aku harus diusir secara paksa dari acara. terakhir paling parah aku harus berhadapan para sasaeng & siwonest, itu benar2 membuatku luka2 di wajah, kaki, badan lebam. untung hanya itu, karena sewaktu tinggal di indonesia, aku belajar pencak silat. karena kasian manajemen choi siwon mengijinkanku mewawancari dia secara eksklusif. sebenarnya aku malu dengan kondisiku waktu itu. tapi apa daya.
flashback end


#part 9

wkkwkwkkwkkkkk. aku mendengar donghae oppa tertawa sambil mengusap kepalaku. “yak... oppa kenapa kau tertawa di atas penderitaan orang”, kataku kesal. “untung saja kau gak sampai mati”, katanya menahan tawa. “opppaaaa....” kataku mendengus. tapi donghae tetap tertawa, tapi entah kenapa aku merasa ada yg melihatkku dengan donghae, hawa dingin terasa dibelakangku saat ku toleh tidak ada orang disana. serammm...

 “kajja, kita masuk”, ajak donghae. “ oppa, kau menikah kapan?”, kataku. “masih 2 bulan lagi”, katanya. “oh...”, aku hanya ber-oh ria. “kau jadi pendamping ya”, katanya. “okey doki”, kataku sambil membuat kacamata dengan tanganku. saat turun ke kantor aku melihat chae ri. dia melihatku sedang berjalan dengan donghae. “hei, kalian berselingkuh ya”, katanya ngasal. “eonni chae ri, enak aja ngomong gitu”, jawabku. “kau cemburu chae ri”, goda donghae. “iya aku cemburu”, kata chae ri ngasal. mereka langsung tertawa. aku hanya bisa tersenyum melihatnya. aku iri dengan kemesraan mereka, terlintas di dalam benakku kenangan itu lagi. “hei, ini masih jam kantor. ada hukum yg menyatakan bermesraan di kantor hukumnya haram”, kataku, aku langsung ngacir sebelum ditimpuk sepatu sama chae ri. saat berjalan di lorong ada yg memperhatikanku lagi. aku menoleh tapi orang itu gak ada. “apa perasaanku saja”, kataku dalam hati. (#admin ikutan ngacir ah,,, seremmm)

#part 10

“kayaknya akhir2 ini ada yg mengawasiku terus dech”, kataku bergumam. “HAI”, kata sungmin mengkagetkanku. “copot, eh copot”, kataku latah. “OPPA, jangan mengkagetkanku seperti itu”, kataku marah2. “salah sendiri kau melamun saja”, katanya. “emang ada apa, aku lihat kau sering melamun”, katanya lagi. “Ani,,,, aku rasa, aku hanya merasa diawasi saja oppa”, jawabku. “ehm,,, secret admire”, katanya dengan wajah menggoda. aku langsung ketawa. “oppa oppa mana ada laki2 yg suka sama aku, kau kalo mau ngelantur tidur saja dulu”, kataku sambil tertawa. sungmin ikut tertawa juga. “iya benar, cewek sekeras batu kayak kamu mana ada yg suka, adapun yg suka pasti kataraknya dah sangat parah”, kata sungmin mengejek. “enak aja oppa bilang kayak gt”, kataku. “kamu dah selesai nyelesaiin proposalnya”, tanya sungmin. “ne,,, kajja kita berangkat oppa”, kataku ke sungmin. kami berdua langsung pergi ke tempat tujuan.

di tempat tujuan,

“oppa susah sekali masuknya”, kataku. sekarang kami berada di depan kantor manajemen choi siwon, seperti biasa di depan kantor manajemennya penuh sesak, penuh wartawan & siwonest. itu semua terjadi karena baru2 ini ada berita tentang skandal artis choi siwon & top model han so yeon. “oppa, appo”, kataku memelas ke sungmin. tapi kuliat sungmin sudah mulai bekerja , dia memotret kesana kemari. itulah sifat sungmin oppa, dia terlihat berbeda ketika dia memegang kamera kesayangannya. aku berdesakan. kulihat ada mobil van warna hitam datang. langsung para wartawan, reporter tv, & siwonest mengkerubungi mobil itu.  benar saja yg keluar itu choi siwon, aku langsung berlari ke arahnya tapi sayang terlambat dia masuk van lagi & pergi dari tempat itu.

“kamu sudah dapat wawancaranya”, kata sungmin. “belom oppa”, kataku menggeleng. “kita pergi makan saja yuk”, ajaknya. aku hanya mengangguk. sesampainya di restoran, setelah memesan makanan, kami  duduk di tepi jendela. saat kulihat keluar, ada sosok orang yg ku kenal. “oppa, oppa makan saja, aku mau pergi sebentar”, kataku meninggalkan sungmin. sungmin hanya berekspresi aeygo nya. (#oppa sungmin jangan aeygeo lagi, pengen admin kyupiet peluk *plak).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar