TITLE : FATED TO LOVE YOU
AUTHOR : PIET (~KYUPIET~) follow @park_kyupiet90
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST
AUTHOR : PIET (~KYUPIET~) follow @park_kyupiet90
STORY : ROMANCE, SAD, HAPPY, GAJES
CAST : PARK SUL HWA, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON, SHIROI SORA, HAN SO YEON, OTHER CAST
Prolog :
Apa aku harus mempercayai takdir, takdir yang membuat kita bertemu,
takdir untuk mencintaimu, takdir yg
memisahkan kita, takdir yg mempermainkan hidup kita, apakah ada keajaiban
tentang takdir?
--------------///////------------
#part 1
Hai, aku Park Sul hwa. sekarang
aku tinggal di Jakarta, Indonesia. Sebenarnya aku bukan orang Indonesia asli
tetapi aku orang Korea Selatan. Kenapa aku tinggal disini karena kejadian 10
tahun yang lalu, kedua orang tuaku meninggal saat aku berumur 12 tahun. aku tau
ini sangat menyakitiku tapi seorang Ahjumma & Ahjussi mau menampungku &
membesarkanku sampai saat ini. karena takut aku mengalami trauma, mereka
membawaku pergi dari korea.
Skip---- kalau mengingat itu hatiku sakit. pada
akhirnya, aku bisa membuka diriku, sejak bertemu dengan Shiroi Sora (temanku yg
masih keturunan orang jepang). Ya, dia sahabatku kami bersahabat sejak SMP.
hubungan kami sangat dekat bagaikan saudara. hatinya yg lembut dapat melelehkan
hatiku sedingin es. tapi sekarang dimana dia, Sora-chan (aku memanggilnya
begitu). aku telepon tetap gak diangkat, aku sms gak dibalas-balas. “aeygo....
kemana dia”, kataku frustasi. “kayaknya aku harus berangkat sendiri”, kataku
lagi. Hari ini hari ulang tahun Namjachinguku, Namanya... (kasih tau gak ya^^).
Namanya Cho Kyuhyun, dia anak pengusaha sukses di Korea-Indonesia. apapun yg
diinginkan dia tidak sampai 5 menit pasti terlaksana, typikal namja jahil,
sombong, angkuh, egois pokoknya yg buruk2 ada di dia, tapi ada satu hal yg
membuatku meleleh yaitu kebaikan hati yg tulus dari dirinya.
Aku ingat saat masih SMU, Kyu itu
sunbaenimku, kyu termasuk senior populer di SMUku, aku gak menyangka kalau dia
bisa menyukaiku. Ya, aku tau. Saat aku masuk SMU, dia selalu menindasku. hingga
batas kesabaranku habis, hingga aku memanggilnya “Evil Kyu”. sampai akhirnya
dia menyatakan cintaku saat ada konser musik di sekolahku. Dia mengakui semua
kejahilannya padaku hanya untuk mencari perhatianku, saat dia berkata “would
you be my yeoja”, aku hanya diam mematung.
kami sudah pacaran 5 tahun lo,
sepanjang kita menjalin hubungan ini aku tau kalau sifatnya tak Seevil yg
kelihatannya. Aku mau ke apartemennya untuk memberi kejutan. Saat aku tiba
disana, aku mendengar Kyu berbicara pada seseorang, dan orang itu seorang
yeoja. “siapa yeoja itu?”, kataku dalam hati.
#part 2
Aku mendengar seorang Kyu
berbicara dengan seorang yeoja. mereka membicarakan hal yang cukup serius, aku
mencoba mendengar percakapan mereka. sangat terkejutnya aku saat si wanita
bilang “Kyu-kun aku hamil”, kata si yeoja. bagaikan tersambar petir di siang
terik, aku hanya terdiam mendengarnya, jelas aku shock badanku langsung merasa
lemas. “Kau bohong, mana mungkin kita melakukan hanya sekali”, kata Kyu
terkejut. “ya, kau mengakuinya Kyu, jadi itu benar”, kataku dalam hati,
mendengar itu airmataku tiba2 meleleh. “tapi kyu”, kata si yeoja. “kau harus
menggugurkannya, aku tidak mencintaimu, malam itu hanya kesalahan”, kata kyu
tegas. mendengar itu si yeoja menangis. “aku mencintaimu, sudah 7 tahun yg
lalu. aku menginkanmu lebih dari dia (#maksudnya park sul hwa). Kyu hanya diam.
Aku memutuskan untuk keluar, si
yeoja terlihat sangat kaget saat aku menghampiri mereka. si yeoja terkaget “
hwa-chan”, panggilnya. “kenapa kau disini”, katanya lagi. Kyu menoleh padaku dengan
tatapan penuh dosa, dia merasa terkejut saat aku datang. “Ya, sora-chan ini
aku”, kataku menahan perih dihatiku. yeoja itu adalah sora. entah kenapa aku
tidak bisa marah, apalagi memaki mereka yg berani berbuat “sesuatu” di
belakangku. Aku merasa kasihan pada sora, karena dia harus menahan perasaannya
selama 7 tahun yg lalu, dia menyukai kyu saat awal bertemu dengannya.
#part 3
“Ya, aku disini”, kataku. kyu menghampiriku
& memegang tanganku, meyakinkanku bahwa itu hanya sebuah mimpi. “tidak
oppa, itulah kenyataan yg terjadi sekarang, & kita harus menjalaninnya”,
kataku tegar. “tidak chagi, aku hanya mencintaimu, aku memerlukanmu”, katanya
histeris & berusaha memelukku. akhirnya aku menamparnya. setelah itu hanya
kyu hanya diam & memegang pipinya. “oppa, bayi itu tidak bersalah, jangan
salahkan dosamu pada bayimu”, kataku. “Aku mohon oppa, jagalah sora &
bayinya, sayangi mereka”, kataku lagi. aku melepas pegangan kyu di tubuhku
& aku menghampiri sora. “Sora-chan, berbahagialah”, kataku lagi & aku
berlari meninggalkan mereka. mereka hanya terdiam atas kepergianku.
Rasanya sakit, sama sakitnya saat
orang tuaku pergi meninggalkanku selamanya. aku berlari hingga aku tiba
disebuah perusahaan, perusahaan itu milik Ahjumma yg merawatku selama ini. tapi
sayangnya Ahjussi meninggal karena serangan jantung 1 tahun yg lalu. Ahjusshi
meninggal karena serangan jantung, akhirnya ahjumma yg mengurus perusahaan ini,
karena anaknya masih berusia 12 tahun. Aku menuju ke ruangan ahjumma.
sesampainya disana, aku mengetuk
pintu. aku memasuki ruangan yg bertuliskan nama Han Hyo Joo, ya itu nama
ahjummaku. “Ahjumma, apa tawaran itu masih berlaku padaku”, kataku. “katanya
kau menolaknya karena takut trauma & takut meninggalkan kyu”, kata ahjumma
sambil bekerja. aku melihat ahjumma sedang mentanda tangani beberapa proyek. “Aku,,,,”
#part 4
“kau, mau tawaran itu”, kata
ahjumma. “Ne... aku mau (dengan nada bergetar), aku mau menerima tawaran itu”,
kataku. akupun menangis di depan ahjumma. melihatku menangis ahjumma
menghentikan aktivitasnya dan mengahampiriku, memelukku hingga membuatku tenang.
“ceritakan pada ahjumma apa yang terjadi sebenarnya”, katanya sambil memelukku.
aku menceritakan apa yg terjadi. Ahjumma hanya mendengarkan & hanya diam.
ahjumma orangnya baik bgt, beliau sudah menganggapku seperti anaknya sendiri.
“Baiklah, besok kamu berangkat, aku akan memesankan tiket sekarang”, katanya
sambil berjalan meninggalkanku. “pulanglah... bersiaplah”, kata ahjumma, di
membuka sebuah laci. ia memberiku kunci rumah. “ini untukmu, kau tinggal
disini, ini alamatmu. aku akan menghubungi Hye na untuk menjemputmu nanti”,
kata ahjumma. ( hye na adalah mantan pembantuku di korea, tapi sampai sekarang
dia tetap setia pada keluargaku). Aku mengambil kunci itu & bergegas
pulang.
sesampainya di jalanan dekat
rumahku, aku melihat mobil sport merah. aku langsung bersembunyi. “itu mobil
kyu”, kataku dalam hati. aku melihatnya membawa boneka beruang, cokelat &
bunga irish kesayanganku. dia memencet pintu berulang kali tapi tidak ada yg
membuka, karena cukup lama menunggu dia memutuskan untuk pergi meninggalkan
barang2 yg dibawa tadi. aku hanya melihatnya dan meninggalkan barang itu
diluar. sesampainya di dalam rumah aku cepat2 mengepaki barang2ku, sambil
menangis. saat aku melihat fotoku dan kyu, fotoku dan sora, fotoku, kyu dan
sora. hatiku sakit. “tapi aku Sul hwa”, kataku. “aku bisa menghadapinya, orang
tuaku memberi nama itu berharap aku menjadi orang yg kuat seperti bunga yg
tumbuh di musim salju”, kataku lagi.
#part 5
-------5 tahun kemudian-----
Aku terbangun dari mimpi itu
lagi. “Astaga kenapa aku masih memimpikannya”, kataku. “ini kan sudah lewat 5
tahun, kenapa aku bermimpi seperti itu”, kataku lagi, “akh, kenapa airmata ini
keluar”, kataku lagi. terasa sesak, ini sudah 5 tahun kenapa aku tidak bisa
melupakan peristiwa itu, apa sesakit itu. tiba2 ada yg mengetuk pintu kamarku
& memanggilku, “Hwa –sshi”, seorang yeoja memanggilku. “ayo bangun
sarapanmu sudah siap”, katanya lagi. “iya, hye na”, kataku. itu tadi pelayanku,
yg sangat setia pada keluargaku.
setelah aku mandi, aku turun ke
lantai bawah menuju ruang makan. aku memulai sarapanku. “hye na, nanti aku
pulang terlambat, jadi kau pulang saja. tidak usah menungguku”, kataku. “baiklah,
hwa-sshi”, kata hye na. “aku berangkat dulu ne..”, kataku sambil berjalan
menuju pintu depan.
aku sudah gak bekerja di perusahaan
ahjummaku, karena memang gak cocok saja. dan sekarang aku bekerja di salah satu
majalah artis di korea. sebenarnya menyenangkan tapi mengingat editor majalahku
yg galak, bisa ditebak aku selalu dibuat repot olehnya.
sesampainya di kantor, baru saja
duduk di mejaku, ada yg memanggilku. “Sul hwa-sshi, kau dicari Lee-shi tuh, ada
yg mau dibicarakan dengan mau”, kata Sungmin temanku di kantor. “Aeygo, si
ahjussi tua ini mau cari gara2 lagi sama aku”, kataku dalam hati. “Ne,,,
sungmin-sshi”, kkataku lemah. aku menuju ke kantornya.
tok tok tok... “masuklah”, kata
pak lee di dalam. “Ne, lee-sshi. apa anda memanggilku”, tanyaku. “duduklah”,
perintahnya. “aku punya tugas baru untukmu”, katanya sambil memberi proposal
wawancara. “apa ini lee-sshi”, kataku. “proposal wawancara lah, masa proposal
buat masak”, godanya. “Aeygo nich orang masih sempat2nya becanda lagi”, kataku
kesal. “ini proposal wawancara, kau harus mewawancari artis tersebut”, katanya
mulai serius. “bacalah”, katanya lagi.
aku mulai membuka proposal itu,
dan “MWO, KENAPA HARUS DIA”, kataku meninggi. aku terkejut melihat nama itu.
#part 6
“Mwo, kenapa harus dia Lee-sshi,
Aeygo”, kataku frustasi. “Karena dia populer”, katanya enteng. “itu hukuman
buatmu yg gak bisa menyelesaikan tugas kemarin dengan benar, akhirnya kau
merepotkan Park-sshi”, katanya lagi.
Flashback,
aku ingat kejadian yg kemarin
saat aku menghancurkan salah satu gaun desainer terkenal, tapi itu semua bukan
salahku, ini semua salah Han So Yeon, model terkenal yg banyak orang tertipu
wajah angelnya, padahal dia seorang yg sangat kasar. ceritanya aku harus,
mewawancari dia untuk pementasan busana, entah kenapa dia menyuruhku memegang
bajunya & membuat aku seolah-olah menyobek bajunya. untung saat itu tidak
ada media yg tau kejadian itu, jd masih bisa dibungkam semua. flashback end.
“Lagipula kau juga pernah
mewawancari dia bukan”, katanya lagi, “Ne...”, jawabku. “jadi itu lebih
memudahkanmu bukan?”, kata pak Lee. “AKH....”, kataku frustasi didepannya. “Aku
mewawancari dia, aku harus mengkorbankan nyawaku juga”, kataku frustasi.
“Yakkkk, beraninya kau mendengus didepan bos”, katanya. “POKOKNYA KAU TETAP
HARUS MEWAWANCARI ARTIS CHOI SIWON”, katanya. “MENGERTI, PERGILAH”, bentaknya.aku
terkaget & berlari dari ruangannya.
aku berlari menuju atap, disana
aku bisa berteriak sepuasnya. “AKH....”, “KENAPA HARUS CHOI SIWON LAGI....”,
kataku teriak. “AKU BISA DIBUAT GILA”, kataku lagi. “apa dia membuatmu gila”,
kata seorang namja. aku menoleh. “Ne, oppa”, kataku malu setelah teriak itu.
“pasti gara2 tugasmu mewawancari dia 2 bulan lalu”, godanya. “Ne, Donghae
oppa”, kataku menunduk.
#part 7
Flashback 2 bulan lalu saat
wawancara choi siwon.
“ini tugasmu yg baru”, kata pak
lee. “kau harus mewawancari choi siwon”, katanya. aku hanya melihat proposal
itu. “ini proposal awal, perbaiki”, katanya. aku ambil proposal itu &
melihatnya. “Baiklah Lee-ssi”, kataku. “ingat artikel ini untuk edisi bulan
depan”, peringatnya. “apapun yg terjadi kau harus dapat mewawancari dia”,
katanya lagi. “baiklah lee-ssi”, kataku. ketika akan meninggalkan ruangannya.
pak lee berkata, “bahkan kau harus korbankan nyawamu sendiri”, katanya
mengancam. kau menoleh seketika & langsung pergi dengan wajah terheran.
“apa maksudnya aku harus mengkorbankan nyawa”, kataku terheran. “akh... gak
ambil pusing ah”, kataku lagi, akupun pun menuju ruanganku. “baiklah, kita
mulai peperangannya... HWAITING..”, kataku semangat. “apanya yg peperangan”,
kata donghae. (donghae ini salah satu temanku, aku sudah menganggap dia sebagai
oppaku, kita satu kantor oppa bekerja sebagai editor + wartawan di majalah ini,
selain donghae aku mempunyai teman bernama Sungmin sama sekantor dia bekerja
sebagai kameramen di kantor ini karena hobi fotografinya. ada lagi chae ri
tunangannya donghae, satu kantor denganku tapi dia bagian periklanan. mereka
bertiga temanku sejak aku bergabung di majalah ini 3 tahun lalu, teman yg baik.
senang berkumpul dengan mereka).
“aku dapat tugas untuk
mewawancari choi siwon dr lee-ssi”, kataku pada donghae. “Mwo, sapa choi
siwon”, kata donghae. “iya”, jawabku mengangguk. “itu tugas yg sulit sekali”,
kata donghae khawatir. “emang kenapa dengan choi siwon, katamu sulit sekali”,
aku bertanya pada donghae. “kau tau pak jung senior kita”, katanya dengan nada
khawatir. “iya, bukannya dia baru kecelakaan satu minggu yg lalu”, kataku. “kau
tahu penyebabnya”, tanya donghae. “ani”, jawabku. “dia itu dicelakai para
sasaeng dan siwonest, sekarang kau tahu berbahayanya mewawancari dia lebih baik
kau minta tugas lain saja dech”, katanya menjelaskan. “mwo, dicelakai (aku
terkaget dengan mata melotot), masa’ separah itu, itu namanya dah kriminal”,
kataku shock. donghae mengangguk. “jadi aku tau sekarang maksudnya lee-ssi
dengan kalimat ‘bahkan kau harus korbankan nyawamu sendiri’”, kataku dalam
hati. aku hanya pasrah menghadapi tugas ini, mau menolakpun tidak bisa. “tapi,
gak apa-apa oppa, aku kemarin juga sukses mewawancari beberapa tokoh terkenal
di korea. anggap saja ini tantangan baru”, kataku bersemangat. donghae pun
tidak bisa berkata apa-apa. “HWAITING”, kataku. donghae oppa hanya tersenyum.
#part 8
Flashback lanjutan...
“akhirnya selesai juga ini
proposal, sekarang tinggal telepon manajemennya”, kataku. aku memencet nomer
telepon manajemen choi siwon. tutttt tuuttttt bunyi telepon. klikkkk, “akhirnya
diangkat juga”, kataku dalam hati. “annyeong, selamat sore, ini dari siapa”,
suara namja. “annyeong, saya wartawan dari majalah FREE STYLE. saya mau
mewawancari secara eksklusif choi siwon-ssi”, kataku. “oh... dari FREE STYLE”,
kata namja itu. “maaf choi siwon sampai bulan depan jadwalnya sudah penuh, jadi
tidak bisa diwawancara”, kata namja itu. “mwo, sombong sekali tuh artis pakai
tidak mau diwawancara”, kataku dalam hati. “maaf, saya...”, kata-kataku
terpotong karena namja disana mematikan teleponnya. “YAKKKK,,,, sombong sekali
tuh orang. berani2nya mematikan telepon”, kataku kesal. “tapi bukan park sul
hwa kalo hanya ini tidak bisa dikerjakan”, kataku lagi sambil memiringkan
bibir. aku langsung ke melihat fanpage milik choi siwon, dan mencatat jadwal
pekerjaannya. ternyata emang padat sekali.
diam2 aku mengikuti jadwal choi
siwon. sekarang dia sedang ada jadwal kosong, choi siwon biasanya memanfaatkan
untuk berenang. (#admin ngiri sama park sul hwa, dia bisa liat ABS siwon.
*admin mimisan). akhirnya aku bertemu dengannya, tapi aku kaget disebelah siwon
ada seorang top model yaitu han so yeon. “wow, sekali mendayung 2, 3 pulau
terlampaui. bisa menjadi skandal besar nich”, kataku sambil tersenyum evilku.
sepertinya mereka mau pergi, aku buru-buru mencegat mereka. untunglah masih
bisa, “annyeonghaseyo, saya park sul hwa dari majalah FREE STYLE”, kataku
membungkukkan badan sambil memberi kartu nama. siwon menerima kartu namaku,
entah kenapa siwon menunjukan ekspresi yg aneh, tapi sepertinya so yeon tidak senang
dengan keberadaanku. so yeon langsung mendorongku ke kolam renang, &
langsung mengajak siwon pergi. sebenarnya aku bisa berenang entah kenapa kakiku
kram, untung ada pengunjung disitu membantuku. itulah kesialan pertamaku. masih
ada lagi saat konferensi perss tentang film terbarunya, aku harus diusir secara
paksa dari acara. terakhir paling parah aku harus berhadapan para sasaeng &
siwonest, itu benar2 membuatku luka2 di wajah, kaki, badan lebam. untung hanya
itu, karena sewaktu tinggal di indonesia, aku belajar pencak silat. karena
kasian manajemen choi siwon mengijinkanku mewawancari dia secara eksklusif.
sebenarnya aku malu dengan kondisiku waktu itu. tapi apa daya.
flashback end
#part 9
wkkwkwkkwkkkkk. aku mendengar
donghae oppa tertawa sambil mengusap kepalaku. “yak... oppa kenapa kau tertawa
di atas penderitaan orang”, kataku kesal. “untung saja kau gak sampai mati”,
katanya menahan tawa. “opppaaaa....” kataku mendengus. tapi donghae tetap
tertawa, tapi entah kenapa aku merasa ada yg melihatkku dengan donghae, hawa
dingin terasa dibelakangku saat ku toleh tidak ada orang disana. serammm...
“kajja, kita masuk”, ajak donghae. “ oppa, kau
menikah kapan?”, kataku. “masih 2 bulan lagi”, katanya. “oh...”, aku hanya
ber-oh ria. “kau jadi pendamping ya”, katanya. “okey doki”, kataku sambil
membuat kacamata dengan tanganku. saat turun ke kantor aku melihat chae ri. dia
melihatku sedang berjalan dengan donghae. “hei, kalian berselingkuh ya”,
katanya ngasal. “eonni chae ri, enak aja ngomong gitu”, jawabku. “kau cemburu
chae ri”, goda donghae. “iya aku cemburu”, kata chae ri ngasal. mereka langsung
tertawa. aku hanya bisa tersenyum melihatnya. aku iri dengan kemesraan mereka,
terlintas di dalam benakku kenangan itu lagi. “hei, ini masih jam kantor. ada
hukum yg menyatakan bermesraan di kantor hukumnya haram”, kataku, aku langsung
ngacir sebelum ditimpuk sepatu sama chae ri. saat berjalan di lorong ada yg
memperhatikanku lagi. aku menoleh tapi orang itu gak ada. “apa perasaanku
saja”, kataku dalam hati. (#admin ikutan ngacir ah,,, seremmm)
#part 10
“kayaknya akhir2 ini ada yg
mengawasiku terus dech”, kataku bergumam. “HAI”, kata sungmin mengkagetkanku.
“copot, eh copot”, kataku latah. “OPPA, jangan mengkagetkanku seperti itu”,
kataku marah2. “salah sendiri kau melamun saja”, katanya. “emang ada apa, aku
lihat kau sering melamun”, katanya lagi. “Ani,,,, aku rasa, aku hanya merasa
diawasi saja oppa”, jawabku. “ehm,,, secret admire”, katanya dengan wajah
menggoda. aku langsung ketawa. “oppa oppa mana ada laki2 yg suka sama aku, kau
kalo mau ngelantur tidur saja dulu”, kataku sambil tertawa. sungmin ikut
tertawa juga. “iya benar, cewek sekeras batu kayak kamu mana ada yg suka,
adapun yg suka pasti kataraknya dah sangat parah”, kata sungmin mengejek. “enak
aja oppa bilang kayak gt”, kataku. “kamu dah selesai nyelesaiin proposalnya”,
tanya sungmin. “ne,,, kajja kita berangkat oppa”, kataku ke sungmin. kami
berdua langsung pergi ke tempat tujuan.
di tempat tujuan,
“oppa susah sekali masuknya”,
kataku. sekarang kami berada di depan kantor manajemen choi siwon, seperti
biasa di depan kantor manajemennya penuh sesak, penuh wartawan & siwonest.
itu semua terjadi karena baru2 ini ada berita tentang skandal artis choi siwon
& top model han so yeon. “oppa, appo”, kataku memelas ke sungmin. tapi
kuliat sungmin sudah mulai bekerja , dia memotret kesana kemari. itulah sifat
sungmin oppa, dia terlihat berbeda ketika dia memegang kamera kesayangannya.
aku berdesakan. kulihat ada mobil van warna hitam datang. langsung para
wartawan, reporter tv, & siwonest mengkerubungi mobil itu. benar saja yg keluar itu choi siwon, aku
langsung berlari ke arahnya tapi sayang terlambat dia masuk van lagi &
pergi dari tempat itu.
“kamu sudah dapat wawancaranya”,
kata sungmin. “belom oppa”, kataku menggeleng. “kita pergi makan saja yuk”,
ajaknya. aku hanya mengangguk. sesampainya di restoran, setelah memesan
makanan, kami duduk di tepi jendela.
saat kulihat keluar, ada sosok orang yg ku kenal. “oppa, oppa makan saja, aku
mau pergi sebentar”, kataku meninggalkan sungmin. sungmin hanya berekspresi
aeygo nya. (#oppa sungmin jangan aeygeo lagi, pengen admin kyupiet peluk
*plak).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar